Sekantung Euforia

Sekantung Euforia

  • WpView
    Reads 1,881
  • WpVote
    Votes 543
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Elang percaya, bahwa hidupnya belum sepenuhnya hancur selama Maya ada di sisinya. Elang selalu yakin, dunianya tetap tak apa asal Maya ada di sana, menemaninya. Tetapi pada suatu masa, Elang merasa bahwa dirinya sudah tak terselamatkan lagi. Dia hancur sampai keping terakhir kala berita itu diketahuinya. Berita tentang kekalahannya pada dunia. Berita perginya Maya dari dunianya. Hidup Elang berhenti sepenuhnya selepas Maya pergi, Elang menjadi seperti raga tanpa nyawa usai itu. Hingga pada suatu hari, Elang kembali mendengar suara itu, suaranya Maya. Sepercik harapan pun muncul, menciptakan mimpi yang mungkin saja dapat menghancurkannya sekali lagi ketika dia mencoba untuk menggenggam alamat tak bertuan untuk sampai ke rumah itu; gadis dengan suara cantiknya. Selama di perjalanan menuju titik kulminasi, ia dibekalkan sekantung euforia oleh raga-raga yang menorehkan memori ke dalam jemalanya di jumantara. Membuatnya lupa akan kenyataan yang membayangi setiap langkah-langkah kecilnya. Sampai takdir alih-alih membawanya ke titik kulminasi akan nirwana, justru ia dibawa ke titik nelangsa. Pernyataan akan kehilangan raga-raga si pemberi euforia ialah suatu kebenaran yang paling mutlak hingga ia tersadar bahwa alamat yang selama ini ia genggam adalah alamat yang salah sebab sejauh apapun dia berlari menuju rumah itu, tetap ia tidak akan pulang ke sana.
All Rights Reserved
#380
asa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Bayang Asa
  • BUKAN AKHIR YANG KUPINTA
  • Dunia Alana
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Sang Pemilik Luka
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • SUARA BIA (TAMAT)

Di balik senyumnya, ada luka yang tak terlihat. Di balik tatapan kosongnya, ada cerita yang tak pernah ia bagikan. 𝗔𝘀𝗮𝗹𝘂𝗻𝗵𝗮𝗿𝗮 𝗔𝘁𝗵𝗲𝗮 𝗗𝗲𝘃𝗮𝗿𝗮-gadis yang terbiasa hidup dalam bayang-bayang, menciptakan dinding tinggi agar dunia tak menyentuhnya terlalu dalam. Baginya, hidup bukan tentang bahagia. Hidup adalah tentang bertahan, menelan pilu yang terus menggerogoti, dan tetap berdiri meski hatinya hancur berkali-kali. Ia lelah, tapi tak ada tempat untuk menyerah. Sampai seseorang datang, menawarkan sesuatu yang tak pernah ia percaya-kehangatan. Namun, apakah hangat itu nyata? Ataukah hanya ilusi yang akan menghilang begitu saja, seperti embun di pagi hari? Ketika masa lalu kembali mengetuk, ketika luka lama kembali terbuka, dan ketika rahasia mulai terkuak-Asa harus memilih. Bertahan dalam gelap yang telah lama menjadi rumahnya, atau mengambil risiko untuk mencari cahaya. °•°•°•°•° Tapi... bagaimana jika cahaya itu juga menyakitkan? Dalam mimpinya, suara itu datang. "Kenapa kamu nangis?" tanya pemuda itu. "Semua orang sama saja. Mereka tidak peduli," jawabnya dengan air mata mengalir. "Coba ceritakan. Mungkin aku bisa membantu," ajaknya. "Gak ada yang bisa membantu. Hidup ini penuh luka," keluhnya. "Luka itu ada, tapi kamu tak sendiri. Kamu punya kekuatan lebih dari yang kamu sadari." Terdiam "Kekuatan untuk apa? Untuk merasakan sakit lebih dalam?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines