Sekantung Euforia

Sekantung Euforia

  • WpView
    Membaca 1,882
  • WpVote
    Vote 543
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Sep 6, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Elang percaya, bahwa hidupnya belum sepenuhnya hancur selama Maya ada di sisinya. Elang selalu yakin, dunianya tetap tak apa asal Maya ada di sana, menemaninya. Tetapi pada suatu masa, Elang merasa bahwa dirinya sudah tak terselamatkan lagi. Dia hancur sampai keping terakhir kala berita itu diketahuinya. Berita tentang kekalahannya pada dunia. Berita perginya Maya dari dunianya. Hidup Elang berhenti sepenuhnya selepas Maya pergi, Elang menjadi seperti raga tanpa nyawa usai itu. Hingga pada suatu hari, Elang kembali mendengar suara itu, suaranya Maya. Sepercik harapan pun muncul, menciptakan mimpi yang mungkin saja dapat menghancurkannya sekali lagi ketika dia mencoba untuk menggenggam alamat tak bertuan untuk sampai ke rumah itu; gadis dengan suara cantiknya. Selama di perjalanan menuju titik kulminasi, ia dibekalkan sekantung euforia oleh raga-raga yang menorehkan memori ke dalam jemalanya di jumantara. Membuatnya lupa akan kenyataan yang membayangi setiap langkah-langkah kecilnya. Sampai takdir alih-alih membawanya ke titik kulminasi akan nirwana, justru ia dibawa ke titik nelangsa. Pernyataan akan kehilangan raga-raga si pemberi euforia ialah suatu kebenaran yang paling mutlak hingga ia tersadar bahwa alamat yang selama ini ia genggam adalah alamat yang salah sebab sejauh apapun dia berlari menuju rumah itu, tetap ia tidak akan pulang ke sana.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#26
elang
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Sang Pemilik Luka
  • Dunia Alana
  • Semesta punya c̶e̶r̶i̶t̶a̶ takdirnya. [SELESAI √]
  • Pieces of You
  • Di Balik Bayang Asa
  • Waktu?
  • BUKAN AKHIR YANG KUPINTA

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan