Wir haben unsere Inhaltsrichtlinien aktualisiert.
Sieh dir die neuesten Richtlinien an, um weiterhin sicher Geschichten zu teilen.
Erfahre mehr
Lembayung Senja

Lembayung Senja

  • WpView
    GELESEN 1,410
  • WpVote
    Stimmen 82
  • WpPart
    Teile 28
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Okt. 3, 2020
WpInfo
Belletristik
Romantik
On Going! *Selalu update Hal yang sering dilakukan oleh gadis itu hanyalah berdiam diri di perbatasan langit sore hari. Dia selalu berharap bahwa seseorang yang telah pergi dapat kembali. Keindahan yang dimilikinya selalu membuatku kagum. Berkali - kali ku pandangi, tubuh ini semakin sulit untuk beranjak pergi. Sorot matanya yang teduh menghiasi wajahnya yang cantik, seperti namanya. Seiring bergulirnya waktu, dia menjadi seseorang yang tidak bisa aku kenali. Sosoknya yang rapuh semakin menghilang, menyimpan beribu kenangan dan jutaan rindu yang membiru. Dia yang ku sayangi, tidak bisa ku genggam lagi. Meninggalkan hatinya di sini. "Senja ini milik kita, Dirga itu milik aku, dan aku.. milik kamu." "Di antara lembayung senja yang menyaksikan kita berdua, izinkan aku untuk mengambil segenap hatimu, dari Aksa." . . . Dirgantara Mahendra • Follow & vote • Hasil karya sendiri • Jika ada nama/kejadian yang mirip, itu murni hasil karangan penulis, tidak berkaitan dengan fakta/orang lain • Dilarang plagiat.
Alle Rechte vorbehalten
#630
langit
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Zenna Story
  • About a Diandra Story
  • TWIN FLAME { ON Going! }
  • Memories Of Us [TAMAT]
  • Hi DIARA
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • DEVIAN [END]
  • Friendzone?
  • Troublemaker's
  • Kelas A [End]

Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien