Jejak: 31 Hari (Tamat)

Jejak: 31 Hari (Tamat)

  • WpView
    LECTURAS 11,784
  • WpVote
    Votos 2,280
  • WpPart
    Partes 68
WpMetadataReadConcluida vie, may 8, 2020
Saat pandemi mayat hidup melanda Indonesia, sekelompok orang di Pemerintah berusaha mengumpulkan informasi melalui jejak para penyintas yang pernah (atau masih) bertahan hidup. Sembari melakukan tindakan evakuasi, akhirnya mereka dipertemukan dengan biang keladi bencana ini. Tak disangka, ternyata para pelaku sabotase memiliki kekuatan yang tak dapat diremehkan. Lantas, dapatkah Pemerintah menyelamatkan jiwa masyarakat yang tersisa? "Naluri buas keluar, empati menguap. Lari dan sembunyi tak lebih dari sekedar memperlambat kematian, karena mayat hidup bukanlah satu-satunya ancaman." ••• 🖋Cerita ini memiliki alur maju mundur dan sudut pandang dari banyak tokoh. 🖋Cerita ini mengandung unsur dewasa, kekerasan, dan konflik yang tidak dianjurkan untuk dibaca sendirian oleh pembaca di bawah 13 tahun. 🖋Update sesempatnya. 😏Selamat membaca😏
Todos los derechos reservados
#70
penyakit
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • TRAPPED ZOMBIE'S (COMPLETED)
  • No Time To Die
  • Mala (END)
  • NEW WORLD "The definition of the world has fallen"
  • Lovi Survivor
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • RED CITY : ISOLATION
  • World Of Chaos
  • BIOPOCALYPSE : Extinction
  • OutbreaK (Wattys Winner 2018)

[DIHARAPKAN FOLLOW DULU BARU BACA!!] 3 Oktober 2025_Rank 3 #penggemarfiksi 24 Agustus 2025_Rank2 #mayathidup 3 Mei 2025_Rank 1 #horor 16 November 21_ Rank 1 #petualang & #menegangkan 17 November 21_Rank 1#darah 26 November 21_ Rank 3 #mati Tak disangka, satu menit yang lalu, kota terlihat baik-baik saja. Tak disangka pula, dalam waktu singkat, kota yang ramai berubah menjadi tempat yang hancur dan mengerikan. Mayat-mayat hidup yang berjalan dengan tubuh yang membusuk memakan manusia yang hidupnya satu-persatu. "Arlll..." "Arlll..." Geraman-geraman mengerikan terdengar jelas, mengisi penjuru kota. Tumbuhan darah dan ceceran cairan yang menjijikkan terlihat menghiasi kota yang benar-benar rusak bak kota yang terjangkit virus mengerikan. Mereka yang masih hidup, harus berjuang mati-matian untuk mempertahankan kehidupan mereka. Menyelamatkan diri dari serangan para mayat hidup yang berkeliaran menjadi ganas. "TOLONG!!!" "SIAPAPUN YANG MENDENGAR, TOLONG KAMI!!!" "KAMI MASIH HIDUP!!!!" ....

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido