Rawasa Dalam Lunar

Rawasa Dalam Lunar

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 24, 2025
Rawasa dalam bahasa sanskerta yang berartikan " rusak , hancur " kata yang tepat menggambarkan seorang kaluna. Ia berhasil mendeskripsikan kata rawasa dalam hidupnya. Lunar, nama lain dari rembulan. Objek angkasa pertama yang ia sukai dan kagumi selain matahari. Lunar yang selalu ingin ia rengkuh, mendambakan untuk menggapai lunar dikala ia terpuruk, membawanya kala ia bahagia. Pada akhirnya, ia menemukan lunar dalam seseorang yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Narendra Pradipta. Maha karya tuhan yang tidak ada kata kurang bagi kaluna. Menurutnya, ia terlalu sempurna bagi kaluna yang dipenuhi rawasa. Sebuah kata rusak yang tidak akan pernah bisa hilang dalam diri kaluna. Sedikitpun. Dengan rasa sabar dan penuh kasih. Seseorang yang baru saja ia temui tidak jauh dari kata kemarin, dengan beraninya menuntun, menggandeng dan memeluknya untuk memperbaiki melawan rawasa Kaluna dineschara & Narendra Pradipta Karya : raharjeng
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines