The Other Side Of Me

The Other Side Of Me

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 14, 2020
WpInfo
Fanfic
Kebanyakan dalam sebuah cerita jika ada dua cowok yang mencintai satu cewek, maka salah satu diantaranya akan tersingkir itu pasti. Tapi kali ini dua cowok yang saling berebut wanita itu diperankan satu orang yang sama.Bagaimana pendapat kalian??! Pasti sulit dibayangkan. Itulah yang sekarang terjadi pada Kafka Adijaya,Cowok yang mempunyai dua kepribadian yang bertolak belakang dan sama sama menyukai cewek tersebut. Kepribadian baru tersebut muncul akibat trauma dimasa lalu dan keinginan untuk bertahan hidup.
All Rights Reserved
#4
debora
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • Psychopat [SELESAI]
  • Queen Of BAD GIRL ✔(Completed)
  • Arsyilazka
  • DEPHELINE
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Menjadikanmu Milikku
  • Double'A Season 2
  • This Love! (Completed)
  • With You[ON EDITED]

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines