For The Sake Of Allah!

For The Sake Of Allah!

  • WpView
    Reads 1,060
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 17, 2021
Dari Kecil, aku diajarkan kebaikan oleh kedua orang tuaku. Bersikap baik pada orang lain, tidak ragu mengucapkan tolong, maaf, dan terimakasih. Dengan begitu, orang-orang juga akan baik pada kita. Sebab kebaikan yg kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri. Begitu kata ayah. Rasanya semua nasehat ayah sudah aku turuti, tapi kenapa akhir nya malah begini? kenapa sekarang yg aku dapatkan malah sebaliknya? Mereka tidak memperdulikan jeritanku yg meminta mereka untuk tidak membunuh ayah ibuku. Demi Allah! Mulai hari ini, tidak ada lagi Winda yg dulu. Demi Allah! Akan ku hancurkan mereka! -------------------------------------------------------------------- Haykal, pemimpin petugas khusus mengatasi pemberontakan teroris dalam negeri, mengerutkan keningnya. Sudah 3 kali terjadi pembunuhan. Mentri pertahanan, bapak Surya dan pengawalnya serta Jendral Bahri. Ketiga kasus ini belum menunjukkan kemajuan sedikitpun! Negara semakin heboh mengingat posisi 2 korban adalah posisi yg cukup tinggi dalam negara. Banyak yg mengira pembunuhan itu dilakukan oleh teroris, namun jika benar, maka teroris yg menjadi pelaku kali ini bukanlah pelaku biasa karna tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Apakah ini benar-benar perbuatan teroris? "Dia bukan teroris! bukan! aku yakin itu! siapapun kau! aku akan menangkapmu!"
All Rights Reserved
#98
negara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • Buku Resep Cinta (Completed)
  • Past life Casper
  • Horibble Woman (END)
  • Beautiful Days Have Become Memories - Country Humans
  • It's World. (ON GOING)
  • Rumah baru untuk Ibu
  • TEOLOGI CINTA
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)

Tak pernah terlintas dalam benak Alif akan kasus yang ia tangani puluhan tahun lalu, berubah menjadi sebuah boomerang dendam yang siap menghantam habis keluarganya. Hamzah Al-Ghazawan dan Hasbi Al-Gaishan, kedua putra Alif tidak tahu malapetaka yang menghampiri, ternyata berasal dari dendam yang seharusnya diterima orang tua mereka. Sampai suatu hari Hasbi, dokter muda yang bekerja di forensik ini mengalami kisah tragis dalam hidupnya. Sedih mendalam, terpuruk, dan takut dalam diri Hasbi menggerakkan sang Kakak untuk merubah apa yang dialaminya menjadi sebuh kasus yang harus diselidiki. Hamzah, mengikuti jejak ayahnya menjadi penyidik kepolisian. Dengan segala upaya ia lakukan untuk mencari dalang dibalik semua yang dialami adiknya. Bahkan membentuk sebuah agen bernama AGEN[IUS]. Namun, siapa sangka kesalahpahaman besar timbul ditengah-tengah mereka? "Mari hentikan penyelidikan sampai di sini, Hasbi." "Kenapa? Apa karena yang Abang cari sudah Abang temukan?" "Sejauh ini tidak ada barang bukti spesifik ditemukan dalam kasus Jenna. Tidak ada pelaku yang bisa dijadikan tersangka. Tidak ad -" "Bukan barang bukti, tapi kebenaran. Abang menemukan kebenaran yang aku pun baru tahu. Jika Jenna, sebenarnya cinta pada Abang, bukan?" ___________________________________________ "Menangislah, hatimu baru saja kehilangan. Istirahatlah, ragamu butuh untuk bersandar. Ikhlaslah, ragaku kembali pada Tuhan. Tenanglah, cinta yang kamu khawatirkan sesungguhnya sudah suci terikat dihadapan Tuhan. Pulanglah saat Tuhan sudah menjemputmu, jangan sendirian. Aku akan tetap setia disini menunggumu pulang." -- Amara Jennaira.

More details
WpActionLinkContent Guidelines