He Is The Best

He Is The Best

  • WpView
    Membaca 110
  • WpVote
    Vote 21
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 8, 2020
Jessyca Oxalis adalah nama dari seorang gadis cantik,yang sekarang duduk di bangku SMA tepat nya kelas XI Ipa1.Dia adalah sosok gadis yang cerdas,guru guru pun sangat bangga terhadap Jessyca.karena di banggai guru guru membuat Jessyca populer dengan julukan -anak guru- di kalangan sekolah nya. Karna terlalu cerdas sampai sampai ia tidak pernah merasakan jatuh hati atau pun mencintai,bahkan ia tidak mahir dalam hal bergaul,menurut nya hal seperti most wanted,masalah trending sekolah semua itu tidak penting. Hingga suatu hari ia di pertemukan dengan seorang pria yang terkenal menjadi most wanted di sekolah nya,mendapat masalah dengan diri nya.sejak saat itu mereka sering di pertemukan,mau dalam pelajaran,maupun dalam masalah apapun. Saat itu Jessyca merasakan rasa yang tak pernah tumbuh di hati nya,ia merasa aneh jika di dekat pria itu,ia sungguh aneh dengan perasaan nya ini.ia tidak mengetahui soal perasaan membuatnya bingung sendiri. Penasaran langsung baca okey!!!! Follow akan wattpad saya yah,makasih See.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DANADYAKSA
  • KETOS AGAIN!!
  • My possesive boyfriend
  • GASA [end]
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • ALKASA✔
  • Erlangga
  • THE MIRACLE
  • Arsyilazka

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan