My Lovely Bastrad (21+)

My Lovely Bastrad (21+)

  • WpView
    LETTURE 15,844
  • WpVote
    Voti 580
  • WpPart
    Parti 11
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, set 2, 2020
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Namaku adalah Abigail Rosaline Smith, aku adalah anak dari seorang Daddy bernama Gerald Smith dan Mommy Tifanny Smith. Daddy adalah seorang dokter yang terkenal di London sangking dia mencintai pekerjaanya dia memiliki beberapa Rs terkenal di London ini. Dia berdarah campuran Belanda dan Jepang dan Mommy adalah seorang chef handal asal Jepang yang memang berdarah campuran Korea dan Jepang. Sebelum menikah Mommy memang tinggal di Jepang, dan setelah menikah dengan Daddy, Daddy memboyong Mommy untuk tinggal menetap di London dan mereka memulai semua di London walau di London Mommy harus ekstra bekerja keras sebagi chef, dan setelahnya dia tak kalah famous seperti saat di Jepang. Hingga Mommy mulai fokus menggurusi keluarga sampai kami berdua ya aku dan kaka lelakiku terlahir. Kaka lelakiku yang sangat kusayangi bernama Jason Smith yang sering kupanggil J. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Aku seorang pekerja keras dan tentunya manusia otoriter, dan obsesi, namaku Sean Jassie Barrows aku terlahir dari keluarga kaya raya karena itu aku selalu mendapat apa pun yang ku inginkan. Aku terlahir dari Daddy bernama Thomas Barrows seorang Diploman dan pengusaha tambang yang terkenal di London dan Mommyku bernama Sarah Barrows seorang pengusaha restaurant dan hotel bintang lima yang terkenal di dunia. Hidupku sanggat sempurna bukan? Aku anak tunggal sehingga seluruh tahta kerajaan bisnis keluarga berlimpah kepada diriku. Dan hidupku sebenarnya nyaris sempurna saat aku masih memiliki tunangan yang sejak kecil sudah dijodohkan denganku bernama Abigail. Tapi, karena kebodohanku menyia-nyiakannya sehingga saat ini aku benar-benar kehilanggannya. Saat ku ingat kebodohanku ingin sekali kumaki diriku. Aku tahu pasti Dad dan Mom sanggat kecewa dan kehilangan dengan calon menantu kesayangannya itu. Tapi inilah kisah perjalanan hidupku dengannya, akulah Sean lelaki brengsek itu.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • at: 12am
  • Why Should I (COMPLETE) ✓
  • Lihatlah Aku Yang Mencintaimu 2 (END)
  • My Dosen Is My Husband √ [END]
  • The Heartbreaker (COMPLETED)
  • Bunga Untuk Felysia (TERBIT)✔ {#1. KENDRICK SERIES}
  • My love is a CEO (completed) ✅
  • My Wife Is My Brother's Ex (END)
  • She is Beautiful
at: 12am

Dia menolak ku. Satu-satunya pria yang pernah menolakku, satu-satunya pria yang berani mendorongku menjauh.. satu-satunya pria yang sangat ku inginkan. Aku akan memilikinya. Sekeras apapun dia mendorong pinggangku untuk memisahkan ciuman ini, sekeras itu pula aku memeluk tengkuknya dan memperdalam ciuman ini. Rasa frustasi telah membutakanku, membuatku nyaris tidak waras dengan rasa cemburu yang memenuhi seluruh tubuh. Mulutnya mengetat, berusaha menolak saat tanganku merambat mengusap bahu dan dadanya yang masih terbungkus kemeja. Mengerang, setelah sebuah kecupan akhir, aku menurunkan ciumanku menuju telinganya. Menghembuskan nafas pelan dan berbisik. "Ada apa? Bukankah kita sudah pernah melakukan ini?" Di pangkuannya, aku menggigit telinganya pelan, sedikit melengguh sebelum kembali menurunkan ciumanku kembali menuju lehernya yang selalu berhasil membuat imajinasiku menggila. Tangannya meremas pinggangku semakin keras, "Lepaskan aku." Dia menggeram, membuatku justru menyeringai dengan sangat senang. "Bagaimana bisa kau menolak keinginan istrimu hum?" Aku berbisik, mengangkat wajahku menatapnya. Bahunya melemah, wajahnya terkejut, diantara alkohol yang mengambil alih kesadarannya aku bisa merasakan sisa kemarahan yang selalu dia tunjukan padaku kembali membara. "Jangan merepotkan dirimu sendiri sayang, kau tau itu akan sia-sia." Aku mengerakan salah satu jariku mengusap wajahnya. Pencahayaan minim dari lampu kamar hotel membuat wajahnya yang selalu menjadi kesukaanku itu semakin terlihat menakjubkan. Dia menatapku marah, rahangnya bergemeretak. "Wanita licik." Aku tertawa, "Memang," Kembali mendekati wajahnya dan menatap bibir tipis menggairahkan miliknya dengan atensi penuh. Tanpa sadar menggigit bibirku sendiri, gemas. "Jika untuk mendapatkanmu, tidak akan ada wanita yang tidak bersikap licik." Aku harus membuatnya jatuh cinta padaku. Hanya padaku. Sean Aldarict

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti