Story cover for Diary Lia by Erniati944
Diary Lia
  • WpView
    Reads 732
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 732
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 16
Ongoing, First published Mar 31, 2020
Lia dan Leukemianya. 

Ini kisah perjuangan gadis kecil yang kuat melawan penyakitnya. 

Ini perjalanan panjang demi kesembuhan yang terus diharap. 

Lia, adik bungsuku yang masih berusia 7 tahun. 

Penuh perjuangan, gejolak emosi, pertikaian, perselisihan, kenangan-kenangan kelucuan Lia, dan sederet permasalahan yang mengetuk hati. 

Ada foto-foto perjuangan Lia di rumah sakit. 

Ini adalah kisah nyata. Aku ingin mengabadikannya dan membaginya, agar kalian selalu menjaga rasa syukur atas nikmat melimpah dan kesehatan yang kalian rasakan. 

Karena Lia mengajarkanku untuk berhenti mengeluh. Lia mengajarkanku untuk jangan bertanya "mengapa" pada Allah, tapi berusaha menerima dengan lapang dada. 

Budayakan FOLLOW sebelum membaca. Budayakan VOTE ketika membaca. Kecil bagimu, besar bagi saya. Hanya dengan klik bintang kecil di kiri bawah sudah bisa membuat penulis lebih semangat. 

Jangan pelit VOTE..!!!  VOTE tdk akan membuat jempolmu keriting. VOTE bagi penulis adalah bentuk apresiasi atas karyanya. 

Be a good readers. 

😇
All Rights Reserved
Sign up to add Diary Lia to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
LUKA LILY {Revisi} by velvetReading
40 parts Complete
DALAM TAHAP REVISI🚫 Lily lahir dalam kebencian. Ibunya meninggal dunia setelah melahirkannya, membuat ayah dan ketiga kakaknya membencinya sejak ia masih bayi. Di rumah mewah milik keluarganya, Lily hidup seperti bayangan-selalu dimaki, dipukul, dan diperlakukan seperti bukan bagian dari keluarga. Ia hanya boleh makan setelah mereka selesai, tidur di gudang yang dingin, dan naik angkutan umum ke sekolah sementara kakak-kakaknya menikmati kemewahan. Namun, penderitaan Lily tidak berhenti di rumah. Di sekolah, ia menjadi sasaran perundungan, dihina, dan diabaikan seolah-olah ia bukan manusia. Tidak ada seorang pun yang peduli. Tidak ada yang melihat luka yang ia sembunyikan-baik luka di tubuhnya maupun luka yang jauh lebih dalam, di hatinya. Hingga suatu hari, tubuhnya mulai melemah, demam yang tidak kunjung sembuh, dan kelelahan yang terus menghantuinya. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Lily mengidap leukemia. Namun, bahkan dalam sakitnya, keluarganya tetap tidak peduli. Mereka bahkan berharap ia segera mati. Sampai akhirnya, Lily menyerah. Ia benar-benar pergi untuk selamanya. Saat itulah, untuk pertama kalinya, rumah itu terasa sepi. Tidak ada lagi suara langkah kecilnya, tidak ada lagi sosok lemah yang selama ini mereka abaikan. Dan saat semua orang mengetahui penyakit yang ia derita, penyesalan pun datang terlambat. Tetapi Lily tidak akan pernah tahu itu-karena dia telah pergi, membawa semua luka dan kesepiannya ke tempat yang lebih tenang. #kematian (1) (10/02/25) #benci (1) (02/04/25) #kepergian (1) (21/02/25)
You may also like
Slide 1 of 10
LUKA LILY {Revisi} cover
LEUKIMIA (Selesai) ✅ cover
Let Me Love You Longer cover
Aku Disini Kak! [End] cover
ALEYA~~ cover
Bintang Kecil Diantara Derasnya Hujan cover
Unspoken cover
Gone(✔)🔚 cover
Coffee Of My Life cover
First Love And Last Love(✔)🔚 cover

LUKA LILY {Revisi}

40 parts Complete

DALAM TAHAP REVISI🚫 Lily lahir dalam kebencian. Ibunya meninggal dunia setelah melahirkannya, membuat ayah dan ketiga kakaknya membencinya sejak ia masih bayi. Di rumah mewah milik keluarganya, Lily hidup seperti bayangan-selalu dimaki, dipukul, dan diperlakukan seperti bukan bagian dari keluarga. Ia hanya boleh makan setelah mereka selesai, tidur di gudang yang dingin, dan naik angkutan umum ke sekolah sementara kakak-kakaknya menikmati kemewahan. Namun, penderitaan Lily tidak berhenti di rumah. Di sekolah, ia menjadi sasaran perundungan, dihina, dan diabaikan seolah-olah ia bukan manusia. Tidak ada seorang pun yang peduli. Tidak ada yang melihat luka yang ia sembunyikan-baik luka di tubuhnya maupun luka yang jauh lebih dalam, di hatinya. Hingga suatu hari, tubuhnya mulai melemah, demam yang tidak kunjung sembuh, dan kelelahan yang terus menghantuinya. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Lily mengidap leukemia. Namun, bahkan dalam sakitnya, keluarganya tetap tidak peduli. Mereka bahkan berharap ia segera mati. Sampai akhirnya, Lily menyerah. Ia benar-benar pergi untuk selamanya. Saat itulah, untuk pertama kalinya, rumah itu terasa sepi. Tidak ada lagi suara langkah kecilnya, tidak ada lagi sosok lemah yang selama ini mereka abaikan. Dan saat semua orang mengetahui penyakit yang ia derita, penyesalan pun datang terlambat. Tetapi Lily tidak akan pernah tahu itu-karena dia telah pergi, membawa semua luka dan kesepiannya ke tempat yang lebih tenang. #kematian (1) (10/02/25) #benci (1) (02/04/25) #kepergian (1) (21/02/25)