We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
[Not] Perfect

[Not] Perfect

  • WpView
    Reads 3,478
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Ali, itu tampan! Hidung mancungnya terlihat tegak, alis matanya yang tegas terlihat menukik ketika Ali memainkan matanya. Mata kelam Ali yang hitam pekat selalu terlihat menusuk saat menatap lawan. Tubuh tinggi tegapnya dan jangan lupakan otaknya yang begitu pintar. Siapa yang tak menyukai pemuda itu? Ia impian semua orang!" Tapi semua yang terlihat sempurna bisa jadi tidak seperti apa yang dibayangkan.
All Rights Reserved
#68
saudarakembar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • Padam Nelangsa
  • High School World [END]
  • ADEUS
  • || 𝐀𝐦𝐨𝐫𝐞 ||
  • Iya tapi Bukan
  • AVISENA
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines