Story cover for Terai by sehelaipilu
Terai
  • WpView
    Reads 2,237
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 2,237
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Mar 31, 2020
1 new part
Ditiap-tiap harapan terdapat impian. Ditepi impian terdapat sebuah keyakinan. Disudut keyakinan ada suatu kemungkinan. Diantara kemungkinan terdapat mimpi buruk. Tunggu dulu.. Kalian tak perlu khawatir cerita ini bukan hanya perihal mimpi buruk yang akan membuat kalian menangis terisak-isak membacanya. Bukankah harusnya mimpi buruk tak akan pernah lahir tanpa mimpi indah?

---

Kenyamanan akan selalu membawa kita pada zona saling takut kehilangan. Sebab, nyaman tak bisa ditebak dan cenderung menjebak. Sedangkan suatu pertemuan akan membawa kita semakin dekat dengan titik perpisahan. Dan diakhir perpisahan, kita hanya perlu untuk saling merelakan serta menerima lukanya. Tak mengerti ya? Memang tak bisa didefinisikan sesingkat itu. Semua perlu proses. Ditiap proses pun butuh waktu. Ya. Kita hanya sama-sama perlu waktu untuk saling memberi pemahaman akan apa yang sudah terlanjur terjadi di hari lalu. Kita hanya perlu menikmati setiap detiknya sampai kita terbisa dengan lukanya. Jadi..

-Selamat Membacanya-
All Rights Reserved
Sign up to add Terai to your library and receive updates
or
#554kisah
Content Guidelines
You may also like
Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata) by DeviMariaSimarmata
61 parts Complete
Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017
You may also like
Slide 1 of 9
Narasi patah hati cover
The Last Birthday With You  cover
Seharusnya Kita Tidak Menyerah cover
Untukmu, Seluruh Nafas Ini cover
DALAM DETAK (SELESAI) cover
TOUCHED (End) cover
»The Love Behind Secrets!  cover
MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU cover
Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata) cover

Narasi patah hati

41 parts Complete Mature

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)