Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Terai
  • WpView
    LECTURAS 2,301
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 17, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Ditiap-tiap harapan terdapat impian. Ditepi impian terdapat sebuah keyakinan. Disudut keyakinan ada suatu kemungkinan. Diantara kemungkinan terdapat mimpi buruk. Tunggu dulu.. Kalian tak perlu khawatir cerita ini bukan hanya perihal mimpi buruk yang akan membuat kalian menangis terisak-isak membacanya. Bukankah harusnya mimpi buruk tak akan pernah lahir tanpa mimpi indah? --- Kenyamanan akan selalu membawa kita pada zona saling takut kehilangan. Sebab, nyaman tak bisa ditebak dan cenderung menjebak. Sedangkan suatu pertemuan akan membawa kita semakin dekat dengan titik perpisahan. Dan diakhir perpisahan, kita hanya perlu untuk saling merelakan serta menerima lukanya. Tak mengerti ya? Memang tak bisa didefinisikan sesingkat itu. Semua perlu proses. Ditiap proses pun butuh waktu. Ya. Kita hanya sama-sama perlu waktu untuk saling memberi pemahaman akan apa yang sudah terlanjur terjadi di hari lalu. Kita hanya perlu menikmati setiap detiknya sampai kita terbisa dengan lukanya. Jadi.. -Selamat Membacanya-
Todos los derechos reservados
#229
sebuahrasa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • May I Love You?
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • The Last Birthday With You
  • Garis Singgung
  • SASHI
  • Yang Pernah Patah
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • DALAM DETAK (SELESAI)

Aruna lahir di tengah keluarga yang penuh luka, di mana cinta terasa seperti kewajiban, dan rumah menjadi tempat paling sunyi untuk menangis. Dari ayah yang keras, diamnya ibu, bayang-bayang kakak sampai kehilangan yang tak sempat dimengerti... Aruna tumbuh dalam ketakutan, menyimpan trauma dalam diam, dan menyulam harapan lewat kata. Tapi hidup tak selamanya gelap. Dalam sunyi yang ia akrabi, perlahan tumbuh keberanian. Dari menulis puisi di kamar sempitnya, bertemu dengan seorang psikolog yang mendengar tanpa menghakimi, hingga akhirnya menemukan tempat baru untuk bernapas: tulisan. Ini bukan kisah tentang perempuan yang ingin diselamatkan, tapi tentang perempuan yang menyelamatkan dirinya sendiri. Karena luka tak harus hilang untuk bisa tumbuh. Kadang, luka justru menjadi akar dari kekuatan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido