Story cover for FUTURE HUSBAND by Nieahu
FUTURE HUSBAND
  • WpView
    reads 497
  • WpVote
    Stemmen 22
  • WpPart
    Delen 1
  • WpView
    reads 497
  • WpVote
    Stemmen 22
  • WpPart
    Delen 1
Lopende, voor het eerst gepubliceerd mrt. 31, 2020
" Dasar muka tembok, gue sumpahin lo gak laku-laku". Kayla.

" Saya anggap itu sebagai pujian." Adnan.



Kayla Almira si gadis cantik, hiperaktif dengan segala tingkah absurd nya. Ia setiap malam selalu bedoa pada tuhan agar di jauhkan dari mahluk paling menyebalkan yang bernama Adnan Rayhan Akbar si dosen galak. Namun takdir seakan mempermainkan mereka berdua dengan selalu berada dalam situasi yang sama.


                -------------

Adnan  Rayhan Akbar si dosen dingin dan tampan dengan sejuta pesonanya. Namun, ia selalu di pusingkan dengan tingkah satu mahasiswinya yang mampu menguji kesabaran dan kesehatan jantung. Sampai satu waktu mereka berdua di hadapkan dengan satu kenyataan yang mampu mengubah hidup keduanya.


               -----------
Alle rechten voorbehouden

1 deel

Meld je aan om FUTURE HUSBAND aan je bibliotheek toe te voegen en updates te ontvangen
of
#64adnan
Inhoudsrichtlijnen
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Slide 1 of 9
Enemies in Flames  cover
Aqilla cover
Kaila cover
[Complete] Senja di balik Hujan cover
My Doctor is My Husband(TAMAT) cover
"Difference" cover
Cinta untuk pak Dosen![Completed/Revisi] cover
Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE] cover
Pena santri in love cover

Enemies in Flames

56 delen Compleet Voor volwassenen

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Dalam dunia yang penuh aturan, mereka adalah pengecualian. Arya Mohan Suryanandika adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Aza Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.