Hanun
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Namanya Hanun. Raihanun Althafunnisa, gadis bercadar yang selalu mencoba untuk memperbaiki diri dan memantaskan diri. Ia ingin menempuh jalan kebenaran, saat dulu hijab yang ia kenakan hanya sebagai kewajiban saja kini ia jadikan sebagai kebutuhan. Saat, dulu mengaji adalah hal sampingan saat ia sedang tida sibuk, kini berubah menjadi suatu kesibukan yang ahrus ia lakukan. Saat dulu berdzikir adalah hal yang selalu ia tinggalkan, kini menjadi suatu hal yang tak bisa ia lupakan. Saat dulu ia terlalu bermudah-mudahan saat bercengkrama dengan lawan jenis, kini hal itu menjadi hal yang sangat ia hindarkan. Walau begitu, ia selalu berharap pada Allah agar menyatukannya dengan seseorang yang ia kagumi dan ia cintai dalam diamnya. Yang ia harapkan akan menjadi pendamping dan pembimbing nya didunia maupun diakhirat. Sehidup maupun sesurga. Namun saat ada orang lain Yang datang mengkhitbahnya, saat itu ia bimbang. Apakah harus menerima dan berusaha mencintainya atau justru menunggu seseorang yang dicintainya?. Raihanun Althafunnisa "karena pilihan seorang wanita itu hanya dua, menerima yang datang melamar atau menunggu yang dicinta melamar"
All Rights Reserved
#5
memperbaikidiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alhamdulillah Berjodoh
  • SERIBU HADITS✓
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • MAS WILDAN [END]
  • Takdir From Allah (Revisi)
  • ALIF (TERBIT)
  • My Heart is Calling You✓
  • HALAL LOVE STORY

"Maaf karena aku, tidak bisa mencintai kamu secara sembunyi-sembunyi. Karena mencintai mu secara terang-terangan adalah usaha ku untuk memperjuangkan mu menjadi miliki ku." -Farah Nariswari- "Perempuan itu harus punya sifat malu yang tertanam dalam dirinya. Dan perempuan itu kodrat nya dikejar, bukan mengejar. Jika ia mengejar, maka hilanglah harga dirinya." -Faiz Dirgantara - Mencintai itu boleh, mengagumi itu boleh, menyukai itu boleh. Yang nggak boleh adalah jika perasaan cinta, suka dan kagum itu, menyalahi aturan agama. Selama perasaan cinta itu ditempat pada tempat yang benar, bukankah itu tidak masalah?Lalu apakah salah perempuan mengejar pria yang ia cintai? Haruskah perempuan hanya menunggu untuk dikejar dan mencintai secara sembunyi-sembunyi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines