Story cover for Bucin by EastBlue0
Bucin
  • WpView
    reads 17
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 2
  • WpView
    reads 17
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 2
Lopende, voor het eerst gepubliceerd mrt. 31, 2020
"Kalau mau tidur jangan ditutup ya teleponnya. Biar aku bisa denger suara nafasmu."

Ini kisah percintaan gue pas masih duduk di SMA, dan itu pertama kali gue ngerasain pacaran. Karena sebelum itu gue belum pernah pacaran sama sekali pacaran. Boro-boro pacaran pas SMP dideketin cowok aja gue jijik.

Karena SMA gue sekarang di kota dan jauh dari rumah, terpaksa deh ngekos di kos yang amat tertib dan sama sekali gak ada kata bebas.

Tapi gakpapa deh, sebenernya gue disuruh papa mama untuk tinggal bareng dirumah tante tapikan gue anaknya gak enakan. Yah tau sendiri bakalan gimana kalo tinggal dirumah saudara.

Awal ceritanya saat gue mulai memasuki MOS.
Alle rechten voorbehouden
Meld je aan om Bucin aan je bibliotheek toe te voegen en updates te ontvangen
of
Inhoudsrichtlijnen
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Bawa Aku Pulang (End) door Rizardila
9 delen Compleet
By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Slide 1 of 10
anak SMK juga punya cerita cover
Yayasan Putih cover
Bawa Aku Pulang (End) cover
Jangan Pergi, Ayi cover
BACKSTREET  cover
semesta membatu cover
More Than Senior cover
Jomblo Illahi cover
ALEYA~~ cover
Self Injury's(complete)✔ cover

anak SMK juga punya cerita

21 delen Compleet

Dikit lagi umur gue 17 tahun, umur dimana orang-orang bilang memasuki fase dewasa. Legal katanya soalnya udah punya KTP. Sekarang gue lagi menikmati masa-masa SMK. Iya, gue pilih SMK ketimbang SMA. Kenapa?gue pengen langsung masuk ke dunia kerja setelah lulus. Tapi, jangan dibilang gue ga bakal kuliah lho. Gue mau kuliah, tapi biaya dari hasil jerih payah gue sendiri. Jadi gue lebih memilih masuk SMK. Oke, gue bakal ceritain gimana kisah percintaan gue yang terlalu banyak lika-liku perjalanannya hahahaha. Tapi, ya ga cuma tentang cinta-cintaan juga, semua tentang masa SMK gue, ga cuma anak SMA doang yang punya cerita keless hahaha.