"Cupu" boy

"Cupu" boy

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 2, 2020
Leryan sang anak desa yang tahun ini akan masuk di SMA. Ia pun dipaksa orang tuanya untuk sekolah di kota. ------------------------- Leyran adalah anak yang tidak terlalu pendek dan terlalu tinggi. Dengan badan nya yang khas cungkring dan kacamatanya yang agak ke kuno-kuno'an, cupu pun jadi julukan nya sejak SMP disekitar lingkungannya. Pergaulan dengan lingkungan pun hampir belum pernah apalagi bermain keluar malam dengan temam cowok sebayanya pun sama sekali belum pernah. Leryan hanya bergaul dengan adiknya perempuan, teman-teman adiknya dan temen cewek sebayanya. ------------------------- " Pak sebaiknya si Lery dimasukin SMA di kota aja"( si ibuk Leryan). Itu pun akan jadi awal cerita Leryan yang akan masuk di sekolah swasta yang ada di Kota. Lery pun akan tinggal di sebuah mess khusus siswa SMA yang akan dimasuki Leryan. Beredar banyak rumor bahwa mess tersebut penuh dengan kehidupan keras dan di sebut-sebut sebagai mess yang seperti asrama pendidikan kepolisian dan tentara. Yang berkebalikan dengan sifat Leryan yang cupu dan culun. Bagaimana kelanjutanya? Apakah Leryan akan nyaman ataukah akan tidak nyaman dan tidak jadi bersekolah disitu?
All Rights Reserved
#682
siswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asya Amarra [ By astar1913 ]
  • You And Me, Can We? [On Going]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Aturan Anti Cinta
  • DANADYAKSA
  • Constellations From The Room
  • RE-SILIENCE (END)
  • 𝓦𝓲𝓼𝓱 𝔀𝓮 𝓷𝓮𝓿𝓮𝓻 𝓶𝓮𝓽 | Park Sunghoon
  • janji kecil

Asya Amarra seorang anak SMA dari status orang tua terkaya no. 4, semua iri dengan kehidupannya? Berprestasi, kebanggaan sekolah, ketua OSIS teladan, termasuk no 1 murid terpintar di sekolah, harapan orang tua anak anak lain? Tapi Asya menyangkal kehidupan nya itu. Yang teman temannya lihat adalah luar nya saja, bahkan kenyataannya tidak ada teman temannya yang mau berkunjung ke rumahnya. Walau pun itu untuk mengerjakan tugas kelompok! Yang berani masuk ke rumah nya hanyalah Raka, Kenzo dan Dean. Teman temannya yang lain hanya bisa menemui Asya di sekolah saja atau ada tiket khusus yang dapat mengajak nya keluar rumah. Hanya teman tema yang dia kenal dari Raka, yang bisa bermain sampai keluar kota dengan nya? *** "Asya, ke Tanggerang yuk" - Arvan "Asya, go lompat ke sini!!" - Darrel "Asya, mau ikut balapan?" - Taufan "Kalian mau ajak gua kemana lagi?" "Kok bisa sampai ga ketahuan papa?" "Kalian jalur dukun ya?" Asya hanya merasa menjadi manusia jiga bersama teman temannya, teman teman yang sering memujinya tanpa tahu kehidupan dibelakang nya. "ASYA!!!!" " NILAI KAMU CUMA INI!!?" "INI!!?" seseorang yang duduk di depan nya melemparkan 2 lembar kertas yang berisikan tanda tangan kepala sekolah SMA negeri itu ke wajah Asya. Asya menatap sinis ke arah seseorang yang di depannya itu. lalu, mengambil kembali kertas rapor nya yang terjatuh di lantai lalu menyobek nya. "Rata rata nya 99 loh?" Ucap asya sambil tersenyum "Papa buta ya?" "Sampai g bisa lihat nilai Asya yang paling tinggi di satu sekolah?" Anak itu berusaha menyombongkan nilainya yang tinggi walau di bandingkan dengan 10 sekolah besar dalam daftar semua universitas menyediakan berbagai macam beasiswa untuknya Di balik semua itu dia menyembunyikan sesuatu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines