Melodi Jingga

Melodi Jingga

  • WpView
    Reads 7,025
  • WpVote
    Votes 729
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 2, 2023
⚪[On Going] "Cape, Tuhan!" "... 17 tahun tinggal di dunia, tapi susah banget buat lakuin apa yang Jingga suka! Kenapa harus pandangan orang yang dipeduliin Ayah Bunda?!" "DAMN! I DESERVE DIE!" 🍒 "Kalo Ayah Bunda marah, kalian masih punya Jingga buat pelampiasan. Tapi, kalo Ayah pukul Jingga sampai mati, Kalian bakal cari tempat pelampiasan dimana, lagi? Hah!" 🍒 "Shut the fuck up!" "Ini bukan tempat yang keren buat mati." 🍒 Kadang yang terdekat menanggalkan luka tanpa sekat.
All Rights Reserved
#443
sicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Boyfriend
  •  HAZELA
  • THE CLIMB [Completed]
  •  Time difference (End)
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Different [END]
  • DIFFERENT love BELIEFS√
  • DIA LANGIT KU
  • After J (Complete)

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines