apaan yaa
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 31, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Dalam ruang mimpi yang berdusta Bagai relativisme tak terwujud Keruhkan jiwa lupakan rencana Terbaring bagaikan tepian absurd Tanpa logika tak mampu berkata Kini Kenyataan menjadi abstrak Dingin nya senja menyelimuti Gelap nya malam mengkacaukan jiwa Cahaya fajar mengeruh menjadi gelap terang nya hari semakin menghitam Tanpa batas melampaui siang dan malam hanya mercy farma yang bisa mengerti harapan hampa takkkan perna terjadi Unsur nyata tak bergeming Terlarut dalam kelamnya jalan yang sesat menuju kebahagiaan yang semakin jauh terus meninggalkan semua yang di impikan untuk bersama dan akhirnya aku pergi tak berpaling tanpa salam yang hangat untuk di kenang indah dalam bingkai kenangan rapuh terkikis diantara kenyataan alam sadar Semoga Hujan merintih mensucikan sayap-sayap rapuhku Duka menggerogoti ku seperti karat tanpa bekas meninggalkan sebuah kenangan di dalam kotak yang terlampir sebagai kisah klasik Semoga berharga seperti barang yang langka tak bisa menemukan apapun dalam hidup tenggelam dalam ruang keputusasaan hingga kehampaan mecengkram empati siapapun. oh empati, empati dan empati Pahit merasakan unsur duka tanpa makna menyelimuti gelap nya hari yang tak pernah senja dan fajar di dalamnya #maaf lagi kumat !
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • • EUTANASIA •
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • We Found Another Love [Completed]
  • Printemps
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines