#SRP?
  • WpView
    LECTURAS 51
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 3, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Sahabat rasa pacar?" Begitulah kata teman-teman Idan dan Mima. *** "Kata aunty susi, kamu punya masalah penglihatan dan pendengaran, ya?" tanya Mima. "I-iya, tapi, cuma sementara aja, kata dokter." "Kalau gitu, izinkan aku untuk menjadi mata dan telingamu, ya? Aku janji, aku akan selalu menuntunmu ke tempat yang indah dan selalu mendengar apapun ocehan orang tentangmu." *** Ini kisah tentang dua orang anak kecil yang bertemu dengan ketidaksengajaan, pertemuan mereka akhirnya menjadikan suatu hubungan persahabatan yang sangat kekal abadi. #01-04-2020
Todos los derechos reservados
#118
anakremaja
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Putralisha~
  • GLEICH (SELESAI✔)
  • FRIENDzone (Completed)
  • He is not My Best Friend (End)
  • Taken Slowly
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • 🎀Sahabat Jadi Cinta🎀
  • My Friend My Boyfriend
  • Me And Arza [REVISI]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido