HINGGAP

HINGGAP

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 29, 2020
Ranting Ariendra. Sedang mencoba bertahan ditengah-tengah peliknya kehidupan ibu kota dan pekatnya penyesalan dari kesalahan tolol yang pernah ia lakukan dengan berlandaskan kepolosan dan taburan gengsi yang dulu, dengan bodoh ia gunakan sebagai tameng dari kerapuhannya. Ya, Ranting memang senaif itu. Tawa dan bahagianya sudah sejak lama ia pupuskan tepat saat kabar pedih itu sampai ke telinganya. Sosok itu menghembuskan nafas terakhirnya. Miris, Sosok itu berpulang menyisahkan semua damba dan rindu. Membekas dengan mutlak. Arus hidup memaksa Ranting untuk tetap bertahan meski terayap-rayap. Hingga garis takdir mempertemukannya dengan Kalingga Bimantara dan Bian Mataheru. Dua lelaki dengan latar belakang jauh berbeda yang mulai menggoyahkan dunia Ranting dengan cara mereka masing-masing. Berturut-turut yang hinggap, hanya satu yang terus menetap. Hal yang selalu ingin Ranting bantah dengan akal sehatnya, tapi terlanjur ditanam dan bertumbuh di lubuk hatinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • Ruang ; Kursi dan jendela
  • KALANA
  • JodohKu Milyader (COMPLETED)
  • Dear My Kapten (2025)
  • Handsome Galvin {END}
  • Embrace again, Arnan
  • Rumah Cahaya
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan

Bagaimana bisa aku membenci orang yang selalu melindungi diriku dari dunia yang sangat menyeramkan dan menakutkan ini. Bagaimana bisa, aku hidup sendiri jika luka saja aku masih harus di obati olehnya. Bagaimana bisa, aku menjauhi orang yang selalu menyeka mataku yang berair, ia yang selalu memberikan dekapan hangat, dan selalu melimpahkan kasih sayangnya padaku. " Darimana kamu tau jika ibumu menyayangimu" "Dia tidak menunjukan lewat perkataan, tetapi tindakan" "Dengan cara memukulmu?" "Itu bukan pukulan, tetapi cara dia melatihku agar terbiasa dengan dunia yang keras" "selama ibu masih ada, hidupku akan baik-baik saja"

More details
WpActionLinkContent Guidelines