Kembar Beda Generasi

Kembar Beda Generasi

  • WpView
    Reads 582
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 24, 2021
Farahana Magatra, seorang staff manajemen pemasaran di salah satu showroom mobil di wilayah Solo raya. Dia adalah orang Jawa Timur tulen yang lebih memilih hidup di kota yang terkenal dengan putri Solonya yang lemah lembut dan gemulai. Bukan lemah lembut dan Budiman ya...wkwkwkw. Hidup hampir satu tahun di kota Solo ternyata belum mampu merubah sifat keras seorang Farah, kebiasaan berbicara keras khas Jawa timur an masih dia bawa sampai saat ini. kalau cuma suara keras sih gak papa, tapi ceplas-ceplosnya dan ceroboh nya itu lho, yang kadang merugikan dirinya sendiri. Feyedinada savatha, anak baru gede (ABG) yang saat ini duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Anak seorang pemimpin perusahaan yang bergerak di bidang penjualan mobil. Sifatnya yang temperamental dan keras kepala kadang membuat ayahnya kewalahan. Pada usia 2 tahun dia kehilangan kasih sayang seorang ibu yang meninggal akibat kanker payudaranya. Saat ini dia hanya hidup bersama ayahnya yang dianggap dia super nyebelin. Ayahnya itu terlalu over protective terhadap dirinya. Dia itu butuh pantauan bukan kekangan
All Rights Reserved
#27
generasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Tak Sejalan
  • Inara
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • cinta dingin sang ketos
  • Early-age Marriage [SUDAH TERBIT]
  • Love friends (Revisi On Going)

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines