We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Euforia Historia

Euforia Historia

  • WpView
    Reads 859
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 18, 2020
WpInfo
Poetry
Selamat menikmati pada setiap kata yang tersaji. Dan aku ingatkan, bila kisah ini bisa membuatmu tak enak hati. Tulisanku biasa saja dan hadirmu yang membuat semuanya terlihat sempurna Akankah aku berhasil menemuimu atau kau terpaksa menerima ajakanku Ditulis oleh Maulana Al-ghofari
All Rights Reserved
#114
dirumahaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Bulan yang Didamba Matahari
  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • Rindu yang berjarak
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Aksara Bercerita
  • Andai bisa
  • Kitab Romancuk
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines