Asmarani

Asmarani

  • WpView
    Leituras 141
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mai 2, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Blipp Lampu mendadak mati, di sertai hujan yang kembali turun dengan lebat. Asma refleks memilin rok abu kebangsaannya dengan kencang, memang dari dulu Asma sangat takut dengan kegelapan. "Mi?, jangan bercanda!. Mi! Loe di mana?" Peluh mulai membasahi wajahnya, dia meraba raba saku baju untuk menemukan ponsel namun sayangnya tidak ada. 'Ya ampuun' Klek Pintu terbuka, ada cahaya senter dari arah pintu. Tanpa pikir panjang Asma langsung berlari ke arah pintu dan memeluk orang yang di hadapannya. "Mi gue takut, awas ya loe nanti gue hukum!. Ga lucu tau. Hiks hiks" Asma memeluk Emi Hmm, sejak kapan badan Emi tinggi dan keras. Aroma tubuh yang mirip seperti Arjun memasuki indra penciumannya. 'Dia bukan Emilia?' Sedikit demi sedikit Asma mendongkakan wajah untuk melihat siapa yang berada di hadapannya. Sedangkan orang yang di peluknya diam tak bergeming. "Ka, Kak Ar Jun?" Asma melepaskan pelukan dan mundur beberapa langkah ke belakang. "Asmarani?" "Maaf kak, ga sengaja!" Asma memilin bajunya dengan gelisah. 'Emi awasss!!! Yaaa!!!' Gumamnya di dalam hati "Ga papa santai aja, emang anak bandel itu suka jail. Maafin dia ya, kalo kita ga ngemaklum kasian dia ga ada temennya" Arjun menutup pintu melewati Asma dan duduk di kasur. "Sini duduk Ma, Emi keluar sebentar. Katanya mau ke toko, kamu takut gelap kan?" "Eh, iya. Eh ga papa ko ka aku ke kamar Emi aja. Maaf mengganggu" Asma melangkahkan kakinya keluar kamar, namun sebelum lengannya membuka handle pintu Arjun lebih dulu menarik tangannya dan menariknya ke kursi. .............♡......♡......♡.....♡...♡....♡ Asmarani Maheswari seorang gadis yang memiliki pandangan tersendiri dengan dunia. Terutama kebenciannya terhadap profesi Arsitek yang merupakan profesi ayahnya sendiri. Namun pandangan buruk itu mulai luntur ketika Arjuna Bamantara yaitu kakak dari sahabatnya sendiri mengubah pola pikirnya terhadap dunia dan mengubah perasaannya menjadi jatuh cinta. Note : hasil dari imajinasi
Todos os Direitos Reservados
#113
organisasi
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • DANADYAKSA
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • My Beloved Revenge [END]
  • Aku yang Ada Di Antara Kalian (Sudah Revisi)
  • Because I'm Stupid (End)

Apa ini plagiat karya kalian I don't think so!! Ingat ya ini cuma karangan fiksi, jika kesamaan tempat dan alur cerita, mohon maaf saya tidak maksud meniru (15+) Hai tems, yuk pahami sekilas sebelum baca Tiap partnya sedang-sedang saja, cerita gak sepanjang itu dan gak sesingkat itu, normal-normal aja, menurut saya!!ಥ⌣ಥ(」゚ロ゚)」 SINOPSIS ★★★ Hidup di rantau hanya dengan seorang sepupu, bahkan sama-sama perempuan. Nama kakak sepupu Gua Yuni. Selain Kak Yuni, Gua juga punya sosok kakak yang ganteng alias kakak jadi-jadian selama di rantau, kerap disapa Kak Ari. Kak Ari sangat freindly menurut Gua, kadang kita musuhan kadang kita saling sayang kadang kita saling jahil. "Ini oleh-olehnya kok banyak amat Kak? Kak Ari ke pasar kuliner apa daki gunung nih?" "Banyak tanya kamu Gey." suara Kak Yuni tiba-tiba dari belakang bikin Gua ngelus dada. "Ih Kak Yuni, bikin jantungan mulu ya hari ini. Tiba-tiba teriak-teriak sekarang tiba-tiba muncul." ujar Gua masih kaget. ★★★ Meski di rantau Gua punya sahabat, Gua bukan tipe orang yang freindly, lumayan sukar berteman. "Berasa kuli Gua." teriak Gua pada Fagrel yang sedang mengangkut bambu tiga kali lipat dari Gua. "Biar berotot Lo." balasnya senyum-senyum. ★★★ Dalam cerita ini banyaknya kisah Gua di sekolah, ada kasus masa lalu yang gak Gua duga-duga bisa timbul lagi. "Omorfia." panggil wanita itu lembut. "Apa? Anda tidak pantas menyebut nama itu." amuk Gua menggebu-gebu. "Omor! Jaga bicara kamu! Dia Mama Kamu!" ★★★ Kata orang percuma lari dari masa lalu, mau lari kemana aja gak bakal bisa, karena dunia itu sempit, dimana ada manusia disitu ada masalah dan masalah gak bisa dihindari bukan?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo