ARGARETA

ARGARETA

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 1, 2020
Sejak kematian ayah Arga,Arga mau tak mau harus menjaga ibunya yang sakit sakitan.Tidak Arga ketahui bahwa Almarhum ayahnya membuat perjanjian konyol bersama temannya saat beliau masih muda.Perjanjian itu berisi jika salah satu diantara mereka ada yang pergi lebih dulu,maka beliau ingin menikahkan anak-anak mereka. Seperti tertimpa tumpukan batu,Arga terkejut mendengar perjanjian yang dibuat ayahnya.Ibunya memaksa Arga untuk menepati janji ayahnya,karena ibu nya tak ingin membiarkan Arga hidup hanya dengan mengurus dirinya saja.Apakah Arga akan menyetujui perjanjian konyol ayahnya?entahlah... Disisi lain Margareta bingung harus menuruti keinginan papahnya atau tidak.Namun Reta tau,dia tak memiliki pilihan lain selain mengikuti keinginan papahnya yang angkuh itu.Tapi,bagaimana dengan pacarnya?lelaki yang sudah memberikan karma kepadanya?apakah dia harus menyakiti lelaki itu lagi?dan dapat karma lagi?. let's read this story of arga and margareta. story by: Lx
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hug Me (Mom Dad)
  • Angga Elbar
  • Just, Devan
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Istri Satu Semester (TAMAT)
  • ARGA
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal

"kenapa papa selalu marahin Sherin? Salah Sherin apa? Kalo Sherin hidup hanya untuk dimaki dan dihina terus sama mama dan papa, untuk apa Sherin dilahirin? Sherin gak pernah minta dilahirin ke dunia ini pa!!" Tegas Sherin dengan berlimang air mata "Salah kamu itu karena udah lahir tanpa keinginan kami, kamu itu gak seharusnya keluar dari rahim perempuan itu!!" Ujar bagas "Terus kenapa gak bunuh Sherin aja waktu mama mengandung Sherin? Kalo gini Sherin ga kuat hidup pa! Sherin gak tau rasa kasih sayang dari orang tua Sherin, rasanya sakit banget di maki terus dan ga dianggap sama mama dan papa!!" Sherin memukul dadanya, melampiaskan kekecewaannya Nenek berusaha menahan emosi Sherin yang kini kian meluap, semua unek-unek sudah Sherin sampaikan. Kini hanya menunggu keputusan papanya, ia harus memutuskan untuk tetap bersama Sherin atau mengusir Sherin dari rumah itu. "Kalo kamu mau mati,, silahkan. Lebih baik jika kamu tidak menampakan diri kamu didepan keluarga saya!!" Tekan Bagas dengan sangat tega Kata itu benar-benar melukai hati Sherin "BAGAS!!" Tegas eyang

More details
WpActionLinkContent Guidelines