ANDAI
  • WpView
    Reads 273
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang penyesalan yang tidak selamanya berakhir buruk. Tuhan punya rencana indah yang tidak akan terlintas dipikiranmu, ikhlas, sabar, pasrah dengan sebuah keyakinan itu lebih baik daripada hanyut dalam perandaian. Karena kemungkinan dalam perandaian hanya akan menghancurkan semuanya. Lebih baik tempatkan dirimu pada dunia yang nyata walaupun itu menyakitkan. Karena akan datang detik dimana kau mengerti bahwa orang yang kau cintai dan kau sayangi memang tidak perlu dimiliki. Sejatinya ia lebih abadi disimpan dalam memori, dari pada menemaninya untuk menjalani hidup. Karena darinya kau akan belajar tentang keihklasan bahwa menyanyangi seseorang tidaklah harus berujung dengan kata bersama :).
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Kata, Kupeluk Namamu
  • Assalamualaikum, Zaujati
  • Surat Cinta Untuk Aisya
  • Sejenak Sebelum Pergi ✔️
  • Letting Go
  • Cinta Dalam Diamku
  • Ranjau Waktu
  • CEZALINE
  • ANGIN HUTAN PINUS [TELAH TERBIT]

Naya tidak pernah pandai berbicara. Ia mencintai dalam diam, mengagumi dari kejauhan, dan menyimpan rindu dalam barisan kata yang ia tempelkan di mading sekolah. Tak ada yang benar-benar tahu siapa penulis di balik tulisan-tulisan itu-kecuali satu orang yang mulai memperhatikan keheningannya: Reyhan. Di tengah perjalanan yang sunyi dan luka kehilangan yang tak pernah benar-benar sembuh, Naya memilih menulis sebagai pelarian, sebagai tempat berlindung, dan sebagai cara mencintai dunia yang terasa terlalu bising. Namun ketika penyakit lama kembali menggerogotinya, Naya tahu: tak semua cerita akan menemukan akhirnya. Lewat tulisan terakhirnya, Naya mengungkapkan perasaannya, bukan untuk didengar, tapi untuk dikenang. Dalam kata, ia memeluk seseorang yang tak bisa ia gapai. Dalam sunyi, ia meninggalkan jejak yang tak akan hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines