Pangeran Aksara

Pangeran Aksara

  • WpView
    LECTURAS 108
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 4, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Kamulah Pangerannya atau aku yang mudah percaya?" Amo pernah mengalami masa-masa paling sulit. Dimana orang yang paling ia sayangi menghilang dari bumi. Amo kehilangan harapan, sampai ia menginginkan untuk pergi dari kehidupan. Saat itu, Amo berada diantara dua pilihan, bertahan atau sepenuhnya pergi. Kemudian, sepucuk tulisan berhasil membuat seorang Amoa Melodi bertahan hingga sekarang. Sebuah pesan dari akun bernama Pangeran Aksara itu menuliskan ucapan semangat untuk Amo. Keduanya jadi sering bertukar pesan. Hidup Amo kembali berwarna, walau tidak seperti dahulu. Sampai ketika Amo sudah hampir menemukan sosok dibalik akun @PangeranAksara, pemilik akun itu seolah lenyap. Tidak ada DM yang dikirim untuk Amo lagi. Tidak ada postingan kata-kata motivasi pemberi semangat untuk orang-orang di luar sana lagi. Akun itu tidak lagi digunakan. Pencarian Amo lakukan. Tanda-tanda Pangeran Aksara mulai nampak. Tertuju pada seorang siswa bernama Hansel Arghana Raden. Amo dibuat bingung, karena sifat Hansel tidak sehangat Pangerannya. Pangeran Aksara, sosok yang akan terus Amo cari.
Todos los derechos reservados
#424
aksara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DANADYAKSA
  • ARKANJESICA (END)
  • Raden
  • Aisyah
  • AKSARA R. A
  • KIARILHAM【END】
  • AKSELIO NALENDRA

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido