Kesempatan KeDua

Kesempatan KeDua

  • WpView
    Membaca 5,179
  • WpVote
    Vote 288
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jul 13, 2020
Sanggupkah aku dengan sikap kamu yang kasar. Kamu yang membuatku nyaman dan cinta tapi kamu juga yang membuatku membenci dirimu. Melihatku menangis tersiksa karena perbuatanmu membuat kamu tersenyum bahagia. Sebenarnya apa mau kamu? Apa memang kelahiranku di dunia ini tak diinginkan. Sampai pacarku sendiri bersikap demikian padaku, bukan hanya itu bahkan ibuku pun seperti itu. Dia membuangku, membenciku, dan menganggapku tak ada. Begitu juga dengan Kalian. Kenapa dunia seolah menolak kehadiranku. Tapi tuhan masih saja membuatku hidup, apakah aku melakukan dosa besar sampai cobaan hidupku seperti ini. Jika iya, kenapa tak bunuh saja aku. Karenaku sanggup walau ku tak mampu~ Leysa Sektiani Furhan
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#959
fiksipenggemar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Juan [REVISI]
  • Buku Harian
  • TAK BERSAMBUT
  • Alisa's Story
  • ALZEA (TERBIT)
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • hay mantan !!
  • Sebuah Rasa
  • ALVIN (On Going)
  • Di Balik Bayang Asa

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan