Kesempatan KeDua

Kesempatan KeDua

  • WpView
    Reads 5,181
  • WpVote
    Votes 288
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2020
Sanggupkah aku dengan sikap kamu yang kasar. Kamu yang membuatku nyaman dan cinta tapi kamu juga yang membuatku membenci dirimu. Melihatku menangis tersiksa karena perbuatanmu membuat kamu tersenyum bahagia. Sebenarnya apa mau kamu? Apa memang kelahiranku di dunia ini tak diinginkan. Sampai pacarku sendiri bersikap demikian padaku, bukan hanya itu bahkan ibuku pun seperti itu. Dia membuangku, membenciku, dan menganggapku tak ada. Begitu juga dengan Kalian. Kenapa dunia seolah menolak kehadiranku. Tapi tuhan masih saja membuatku hidup, apakah aku melakukan dosa besar sampai cobaan hidupku seperti ini. Jika iya, kenapa tak bunuh saja aku. Karenaku sanggup walau ku tak mampu~ Leysa Sektiani Furhan
All Rights Reserved
#140
kesempatankedua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • l'm Fine :) [ON GOING]
  • Sebuah Rasa
  • Alisa's Story
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Buku Harian
  • Faith in You : The Seeker
  • hay mantan !!
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • ALZEA (TERBIT)

Memandang dunia itu sebenarnya menyenangkan bila tak tau apa yang ada di dalamnya.. Berharap kebahagiaan akan terpancar disana Berharap semua akan baik baik saja Berharap dunia akan berperilaku baik Itu pandangan ku, seorang AMANDA KEYLI AUREL, Gadis yang tak segan kembali kemasa lalu hanya karena kerinduan yang terus menghantui ku. aku ingin membuka lembaran baru dalam hidupku, namun seakan masa lalu itu enggan pergi dari hidup ini. Aku berpikir akan baik saja dengan menjalani ini semua, berharap masa lalu itu akan musnah dengan sendirinya ketika aku kembali ke tanah kelahiran ku, berharap mama akan memandang ku lagi, berharap kakak ku akan memeluk ku lagi, dan berharap dia akan sama seperti dulu... Namun itu hanya sebuah harapan, kau tau apa yang kita harapkan dari sebuah Kata 'HARAPAN'. Karena diri sendiri lah yang mengharapkannya, diri sendiri lah yanng membentuknya. Harapan ku seakan terbelenggu di dalam kabut abu abu, kadang hilang di bawa angin, dan terkadang jatuh kejurang yang dalam. Dan apa yang harus aku harapkan dari makhluk tuhan yang berwujud Manusia.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines