Kau & Hujan Januari

Kau & Hujan Januari

  • WpView
    Leituras 51
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, abr 27, 2020
"Coba kau lihat hujan itu. Rintiknya menghujamku seperti acuhmu. Dinginnya seperti sikapmu. Ah, jangan lupakan secangkir kopi kurang takar seperti rasamu yang telah hambar." "Kau seperti si dungu yang belum mengerti apa itu durian, Nona. Aku tak akan mempermasalahkan bagaimana aku dalam sudut pandangmu." 3th kemudian "Berikan aku kopi tanpa gula." "Ini, Nona. Aku sajikan khusus untukmu, agar kau tahu betapa pahitnya menjalani kisah bersamamu."
Todos os Direitos Reservados
#31
barista
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Arsyilazka
  • The Last Coffee
  • Love In The Rain
  • Ruang Biru [ON GOING]
  • Di Bawah Rintik Hujan
  • Cerita Tentang Langit Malam
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • Perfect uncle ✓

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo