DOUBLE L

DOUBLE L

  • WpView
    Membaca 832
  • WpVote
    Vote 44
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 10, 2021
Pemberontak. Sekiranya itulah kata yang pantas untuk menggambarkan seorang Leonardo Xaviero Rajendra. Laki-laki yang terkenal jauh dari kata basa-basi itu paling tidak suka dikekang dan diatur. Hidup dibeda-bedakan membuat Leo keras kepala dan tak tersentuh. Tawa adalah caranya menutup luka, dia adalah Lara Mega Mentari. Riuh gadis itu penuh rahasia. Ia adalah kosong yang dilingkupi keramaian. Awalnya Lara berpikir bahwa terjebak bersama Leo dengan menjadi pacar pura-puranya adalah sebuah keberuntungan, tetapi seiring berjalannya waktu pemikirannya tentang semua itu salah. *** "La, kamu tau ini apa?" tanya Leo sambil menunjuk matanya. Lara menyeringit heran. Untuk apa Leo bertanya jika laki-laki itu tahu bahwa itu adalah mata. Namun, tak urung Lara tetap menjawab, "Itu mata." Leo menggeleng, "No. It's an Ocean," ucap Leo dengan senyumnya. "Ocean?" "Yes, because whenever you stare at me. You fell because of it," ucap Leo dengan seringaian.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Chapter of Chapters
  • Impossible
  • DANADYAKSA
  • Embun di Ujung Semanggi
  • Imperfection : Trapped With Troublemakers✓ [Republish+Remake]
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Fourple Of Love
  • ERLANGGA
  • ZALLEO [On Going]
  • Behind Our Eyes

Suatu hal bisa dianggap sebagai 'berlebihan' ketika ia menetap dalam memori atau memengaruhi kehidupan bagi mereka yang mengalaminya. Hal tersebut bisa berkembang menjadi sesuatu yang ingin terus-menerus diingat atau sebaliknya. Namun apa pun itu, selalu otak yang terpengaruh. "Kenapa?" tanya Rea. "Jelek," jawab Cava. Rea menghela napas, mengambil buku yang lain. "Kalau yang ini?" "No." Rea mengerucutkan bibirnya. "Padahal orang di X pada bilang buku ini bagus, lho, Cav." "No," Cava masih menolak dengan tidak peduli. Cava adalah salah satunya. Ia menjadi seseorang yang sangat berbeda sejak kejadian masa kecilnya. Ia pikir ia sudah lupa, nyatanya kejadian itu menjelma jadi mimpi yang menghantuinya setiap malam.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan