We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Percuma✔

Percuma✔

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kamu yang selalu aku puja.. Tetapi bagimu aku tak lebih dari butiran debu.. Kamu yang selalu aku damba.. Dan aku bagimu hanya sebuah bayangan semu.. Perlu kau tau, aku pernah menolak banyak hati demi kamu Hingga harus terjerumus dalam jurang cemburu yang begitu kelam Kepada senja aku pernah berjanji "Ada hati yang harus aku jaga, maaf kan aku" Hingga namanu yang selalu aku langitkan dalam setiap bait do'a malam Aku selalu sabar Hingga aku sadar Tanpa aku, kau baik-baik saja Dan bagimu aku bukan siapa-siapa Segalanya, percuma... Terima kasih untukmu Yang telah mencabik Rasaku Yang telah mempermainkan ku Dan yang telah membunuh cintaku
All Rights Reserved
#6
bisma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memorable
  • Ilusi
  • Sorry, I Love You [COMPLETED]
  • cewe tengil kesayangan ketos
  • diary pertengahan✓
  • dimana janji tersebut
  • Adek Abang || END
  • À PROPOS DE NOUS [HIATUS]
  • NARARYA || END✔️
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines