HE IS MINE

HE IS MINE

  • WpView
    LECTURAS 144
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContenido adultoConcluida lun, abr 27, 2020
Jadi bagaimana?, Jika orang yang kita cintai itu adalah MASA LALU, seperti masa kecil, lalu berubah seiring jalannya waktu dan tahun, mungkin hampir tidak saling mengenal ataupun mengingat. Suatu pertemuan yang tak di sangka, dengan dia yang menjadikan nya lelaki tampan dengan sifat cuek dan gengsi, menjadikannya seorang gadis cantik bodoh dengan sifat nya yang cerewet. Hingga suatu hari semua itu terbongkar!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Little Monster - Completed
  • ChikoElvana
  • COLD GIRLS OR BAD GIRLS
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • SECRET  (COMPLETED)
  • Bad Boys VS Ice Girl [Belum Revisi] || ✔
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • Yes, That's Love
  • Matematika
  • Perfect Boy [END]

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido