Sepucuk Surat Untuk April

Sepucuk Surat Untuk April

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 7, 2020
Bagaimana bisa aku dilahirkan dalam kerumitan? Bagaimana bisa aku tidak mengenal mama lalu kehilangannya saat aku masih belia? Bagaimana bisa cinta dari mereka adalah keresahan untukku kelak? Aku April, aku adalah seorang gadis yang terlahir dengan cinta luar biasa dari Ayah. Laki-laki yang tangguh tetapi aku tahu baginya hati cukuplah rapuh. Rumit sekali perasaan itu baginya. Kepada seorang wanitalah dia akhirnya mengabadikan roh dalam dadanya sebagai kesepian. Dan, inilah cerita perihalnya. Maka izinkan aku memberitakannya sebab tidak ada yang paling tahu perihal Ayah selain aku.
All Rights Reserved
#741
surat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Eliinaa
  • PUISI UNTUK BUNDA
  • Ego Cinta
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Di Balik Nama Zella
  • ALVIN (On Going)
  • Angel To Raya (END)
  • My Bromance [18+] End
  • From Leiden

"Aku tidak pernah tahu, alasan apa yang benar-benar membuat seseorang memutuskan untuk pergi. Dan aku memang tidak mau mencampurinya. Tapi aku belajar suatu hal. Apapun alasannya, pergi ataupun kembali tetap menyisakan perpisahan dalam hati." -Aca- "Makasih Dai udah ngasih pembelajaran penting dan nolongin aku di novel bayangan. Maaf karena aku udah lancang ketemu sama ayah kamu. Aku harap suatu hari nanti kamu mau menerima ayah kandung kamu. Makasih udah jadi putri dari sahabat ayahku. Makasih udah mau bertahan dengan sikapku. Kini akhirnya kita bisa kembali ke dunia nyata. Meski aku udah nggak punya ayah-ibu lagi, setidaknya aku masih bisa punya ayah kamu, yang sekarang jadi tempat curhat aku meski dalam tahanan. Semoga suatu hari nanti kamu bisa ngerti perasaan aku yang sebenarnya." -Andrian Wicaksana- "Makasih An, karena kamu udah buat aku ngerubah pandanganku terhadap ayah kandungku. Tapi maaf , karena sampai saat ini aku masih berusaha buat nerima ayahku sendiri. Suatu saat nanti jika aku udah siap, orang kedua yang aku ajak adalah kamu. Kenapa? Karena orang pertama yang aku ajak adalah diri aku sendiri. Semoga kedepannya hubungan ini bukan hanya sekedar ikatan bohongan." -Daika-

More details
WpActionLinkContent Guidelines