Rabi (Sudah Terbit)

Rabi (Sudah Terbit)

  • WpView
    Reads 2,577
  • WpVote
    Votes 538
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 22, 2020
WpInfo
Fanfic
Semua kehidupan mengandung kata unik, unik untuk dipandang atau unik untuk diamati, sama seperti keunikan kisah cinta Abi dan Rasya, mereka yang tak sengaja bertemu dan saling melindungi. Abi begitu polos dalam hidupnya, tak suka berharap atau mengejar fakta yang diakhiri dengan sakit. Lebih suka menyendiri mencari ketenangan atas kekacauan yang membuatnya makin masuk kedalam kata lelah, lelah atas hidupnya. Tapi nyatanya, Rasya juga selalu berhasil membuat Abi berjuang lebih. Tak membiarkan titik lelah menguasai, lagi dan lagi, Abi harus berjuang kembali, mencari keadilan atas hidupnya, hingga 2 pilihan ada ditangannya. Menyerah dan tinggalkan semua, maka kau akan bahagia, bisa tenang dialam yang berbeda, meninggalkan orang yang mendukungmu dari nol. Lupakan mereka, anggap dirimu selalu dibenci tak pernah disayang, egois sekali tak apa kan? Atau kembali, raih mereka yang menyangi sepenuh hati, bertahan dan yakin semua akan menghasilkan buah manis, walau kepahitan harus kau petik lebih banyak sebelumnya. Semua ada ditangan Abi, berbalik atau pergi, diam atau meninggalkan, berhenti atau lanjut, mengapai atau melepas, karna Rasya sangat berharga bagi Abi.
All Rights Reserved
#11
irra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • UNREQUITED LOVE
  • Milk for Rayyan
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • May I Love You?
  • GEMINTANG HATIKU
  • TerraCotta (Completed)

Andai engkau tak berani melangkah, andai engkau menyerah tanpa mencoba untuk berjuang, mungkin kau tak akan tahu takdir indah yang sudah menunggu didepan sana. Terkadang kemungkinan-kemungkinan yang diciptakan pikiran, membuat hati yang berani lantas mendermakan kemundurannya. Itu kenapa penyesalan akan datang, setelah kesempatan yang kamu lewatkan begitu saja. Teruslah berdoa, dan jangan lelah melangitkan harapanmu. Walau jalan yang dilalui tak mudah, walau sakit mendera dada. Namun tetaplah percaya, bahwa ada keindahan yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa baiknya untukmu. Kau boleh menangis, bahkan kau boleh memaki, asalkan dirimu merasa lega dan kembali berjuang setelahnya. Berjuanglah dengan diiringi keikhlasan dan rasa syukur yang besar. Karena ketika kamu dihadapkan dengan kegagalan, hatimu, pikiranmu dan dirimu siap untuk menerima segalanya. Menghangatlah dikehidupan yang sedingin kutub utara. Jadilah penyejuk untuk siapapun orang yang kamu temui. Ukirlah kisah dan sabdakanlah kebaikan, hingga beban dan amarahmu hanya berpusat pada daun kering yang terjatuh ke tanah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines