After Life : 1999 [ON GOING]

After Life : 1999 [ON GOING]

  • WpView
    LECTURAS 1,271
  • WpVote
    Votos 149
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 1, 2025
[Follow dulu sebelum membaca. Jangan Lupa Tinggalkan Vote & Komen] Tahun 1999 merupakan sebuah masa di ujung era tanpa teknologi canggih, di mana walkman masih memutar lagu cinta, dan surat cinta diselipkan di bawah meja. Ardhito Dewantata, anak konglomerat yang hidupnya terbalik 180 derajat, terpaksa meninggalkan kemewahan kota Jakarta untuk tinggal bersama nenek yang tak pernah ia kenal. Ini bukan hanya kisah remaja tentang pertemanan dan pencarian identitas, tetapi juga perjalanan emosional tentang kehilangan, harapan, dan cara menghadapi kenyataan yang kadang tidak sesuai dengan impian.
Todos los derechos reservados
#151
1999
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • KALA BIRU DEWATA
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • My Heart
  • My Friend and My Bestfriend
  • Calvarie | Revisian [Segera Terbit]
  • Kelas A [End]
  • Stupid Love [END]
  • Gema
  • DEVIAN [END]

Ada masa ketika Azura Arilantari Hardianto percaya bahwa setiap bintang memiliki cerita. Sirius adalah miliknya, dan Canopus adalah milik seseorang yang dulu berdiri di sampingnya. Mereka menunggu bintang-bintang muncul seperti menunggu rahasia kecil yang hanya dimengerti oleh dua anak yang tumbuh bersama dalam cahaya senja. Kini, saat Azura kembali ke rumah lamanya di Bali, deru laut dan langit senja membuka kembali pintu yang selama ini dia tutup rapat. Kisah keluarga, keputusan yang belum selesai, dan seseorang yang pernah menjadi pusat kecil dalam hidupnya. Di antara wajah-wajah yang telah berubah, satu nama kembali menggema. Dewata. Di pulau Dewata bersama Dewata. Tanpa sadar, Azura kembali terseret ke dalam orbit yang dulu pernah menjadi pusat semestanya. Di bawah biru-keunguan langit Bali, ombak yang tak pernah berhenti bergerak, dan bintang yang pernah mereka tunggu bersama. Sirius dan Canopus, mampukah dua cahaya yang lahir dari tempat berbeda akhirnya bertemu dalam langit yang sama?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido