Perfect World and Imperfect Me

Perfect World and Imperfect Me

  • WpView
    Reads 938
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 15, 2023
Kota yang indah, keluarga yang bahagia, kondisi yang sempurna tidak cukup untuk membuat Jim merasa puas dengan kehidupannya. Peraturan menjadi teman paling setia yang menyertai kehidupan semua orang dari mulai mereka terlahir ke dunia. Semua itu dibuat demi menjaga sebuah sistem yang tertata rapi agar tetap berjalan pada jalur yang semestinya. Sistem yang ada di dalam sebuah tempat bernama Corvus City. Tak ada pembangkang, tak ada kerusuhan, tak ada bencana. Semua hal yang dapat menganggu kehidupan dapat diatasi dengan baik oleh pemerintah. Tapi siapa sangka ada sebuah rahasia besar yang terbenam di balik tembok kotanya sendiri, yang hanya berupa sebuah lahan luas dengan dinding tinggi sebagai pembatasnya. Mereka bilang dunia sudah musnah, mereka bilang dulu bencana datang, mereka bilang hanya kota ini lah yang selamat. Tapi mereka tidak bilang, kenyataan apa yang selama ini dijauhkan dari masyarakat. Rasa keingintahuan Jim sukses mengantarkannya kepada titik terang dari misteri di dalam kotanya yang tidak pernah diketahui oleh masyarakat. Sekaligus sukses membuat dirinya mendekam di dalam sebuah tempat yang mengasingkannya dari kehidupan luar. Bukan hanya dia, tapi beberapa anak pembangkang ada di salam sana. Mereka bermain, tertawa girang, tanpa tahu bahwa tubuhnya tak lama lagi akan dilumat oleh kobaran api dari tungku yang telah disediakan khusus untuk mereka.
All Rights Reserved
#780
scifi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • Keazen (A Sly World)
  • Noli Desperare - NPC2301 TerraWalker Series Role Play Event
  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI
  • Faith in You : The Seeker
  • jill and the school, siapa yang tidak nyata?
  • Stad Batavia
  • in ROOM
  • ALGENTA
  • ARNWOLF (END)

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines