Aisyah, siswi SMA yang bisa merasa paling oke atau paling hina di waktu yang sama. Sadar atau nggak, semua orang punya alasan atas apa yang mereka lakukan, begitu juga Aisyah. Banyak gelagatnya yang bikin pusing dan mencari yang mana kepribadian Aisyah yang sebenarnya.
Dia merasa nggak ada orang yang bisa jadi rumahnya, dan itu membuat dia menyesuaikan diri ke setiap orang. Sampai Raja datang dan mencari celah Aisyah, menjadi pintu yang bisa dimasuki Aisyah, yang bisa dijadikan rumah. Tapi Aisyah tau apa tentang dirinya? Dia bahkan selalu bingung ketika disuruh "be yourself". Kurang sulit apalagi bagi Raja, jika di hidup Aisyah masih ada si pendengar yang selalu ada buat Aisyah.
Sahabat, keluarga, pasangan. Semua orang baik yang pernah mengisi waktu Aisyah, dia nggak bakal pernah lupa peristiwa - peristiwa bahagia yang dia alami bersama mereka, bahkan bau harum pun begitu melekat di hidungnya. Dan itu semua membuat Aisyah terjebak, diam di tempat. Merenungkan apa yang salah darinya, padahal seharusnya Ia mencari kedamaian bukan meratapi ketiadaan.
Kenangan itu meliputi tempat, waktu, suasana, suara, dan bebauan. Meliputi semua rasa yang gue rasain, saat itu. - Aisyah
Maap ya guys, ada mature-nya dikit👌 hihi
Pengalaman dalam kisah percintaan ada untuk dijadikan pelajaran agar kita bisa lebih berhati-hati dalam mengenal suatu hubungan. Acha, gadis yang akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan di sekolahnya karena baru-baru saja ditembak dengan pria tampan di sekolahnya namun hubungan tersebut berakhir menjadi sebuah candaan. Sejak itu, dia menyimpulkan bahwa kisah first love nya justru berakhir gagal, dan istilah 'Love for the first love' tidak berlaku baginya. Kini, dia kembali dihadapkan oleh lelaki yang cukup asing baginya. Lantas dia berpikir, 'apakah dia datang sebagai penyembuh atau penambah luka?' Atau istilah 'Love for the first love' akan berpihak padanya setelah melewati lika liku dalam hubungan asmaranya?
"Terima yang sudah terjadi, ikhlaskan apa yang tidak diubah, dan betulkan apa yang masih bisa diperbaiki." -Laudya Syafrillah Azzahra
"Aku belajar bahwa hidup ini menyenangkan kalau kita melihat dari sudut pandang yang tepat." -Adriel Al-Ghiffari
"Beberapa hal dalam hidup memang butuh diperjuangkan sendiri." -Rayyan Pratama