14 Hari: Datang Untuk Pergi Kembali

14 Hari: Datang Untuk Pergi Kembali

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Keteguhan hati menjadi obat ampuh dalam melawan rasa sakit... " Aku bersyukur kepada Tuhanku, ketika aku masih bisa melihat senyummu. Doaku selalu menyertaimu Jade ingatlah badai pasti berlalu " kata Andrew dalam hati sambil melihat Jade di ruangan isolasi dengan alat bantu medis yang terpasang di hidung, mulut, tangan dan sekujur tubuhnya yang tak luput dari tusukan jarum dan selang infus.. Sebagai dokter ahli paru-paru Andrew bertindak sebisah mungkin kesembuhan Jade dengan prosedur yang ada karna penyakit yang jade alami sangat mudah tersebar lewat sentuhan. Karna Andrew merupakan kepala bagian dari Tim khusus untuk menangani penyakit ini sebaliknya Jade tertular Covid-19 setelah berusaha membantu paramedis untuk penangan penyakit ini.. sebagai dokter muda yang masuk dalam tim khusus jade menjadi salah satu pasien yang positif.. Bagaimana nasip jade kedepannya? Apakah jade akan sembuh? Atau berakhir tragis? Bagaimana kisah andrew dan jade kedepannya? Simakk teruss guysssss..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Denyut Terakhir, kan?
  • Kita Sembuh Bareng?
  • LOVE IS DESTROYED [COMPLETED]
  • Dokter Hati [OPEN PO]
  • Aku, Kamu, Yang Beda. [On Going]
  • 𝐀𝐓𝐋𝐀𝐍𝐓𝐀 [𝐎𝐍 𝐆𝐎𝐈𝐍𝐆]
  • Grafi [End]
  • Because Of You [END]
  • LUTTÉ (End)
  • Sheina (Terbit)

Orang-orang melihatku dan mereka melihat kesempurnaan. Anna. Wanita karier dengan tatapan setajam pisau bedah dan senyum yang bisa memenangkan negosiasi miliaran dolar. Mereka melihat menara baja yang tak tergoyahkan. Mereka tidak salah. Tapi mereka juga tidak benar. Karena di balik setiap presentasi yang sempurna, di balik setiap senyum yang terkendali, ada sebuah retakan. Sebuah rahasia yang berdetak di dalam dadaku, menghitung mundur waktu dengan irama yang tak beraturan. Setiap pagi, aku membangun kembali benteng pertahananku. Memakai topeng baja, merapikan setiap retakan agar tak terlihat oleh dunia. Aku adalah arsitek dari kebohonganku sendiri, dan aku sangat, sangat ahli dalam pekerjaanku. Ada tiga orang yang mencoba meruntuhkan dindingku. Seorang dokter yang menatapku dengan tatapan penuh duka seolah sudah melihat akhir ceritaku. Seorang rival dari masa lalu yang mengawasiku dengan kecurigaan seorang predator. Dan seorang wanita yang melahirkanku, yang cintanya sedingin es namun menuntut kehangatan yang tak bisa kuberikan. Mereka semua mencoba menyelamatkanku dari sesuatu yang tidak mereka pahami. Mereka tidak tahu bahwa monster yang sebenarnya bukan berasal dari luar. Ia hidup di dalam diriku. Namaku Anna. Dan rahasiaku akan membunuhku. Pertanyaannya adalah, apa yang akan hancur lebih dulu? Tubuhku, atau topengku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines