Pandemi
  • WpView
    Reads 1,247
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2020
"Perihal cinta tidak melulu mensyaratkan hidup bahagia bersama. Adakalanya kita hanya perlu ikhlas dan percaya. Bahwa cukup dengan keberadaan dirinya di muka bumi, sehat dan bahagia, hidup kan baik-baik saja." Arga adalah seorang manusia yang punya segudang impian di daftar belanjanya. Sebuah kedai kopi sudah selesai dibangun. Salah satu impiannya telah terpenuhi. Namun, Arga pula tak berpuas diri. Berhubung ia gemar membaca karya sastra kenamaan, ia berkeinginan untuk menulis sebuah naskahnya sendiri. Namun sayang, ia tak cukup pengalaman untuk membuat plot cerita. Sebuah pertemuan yang diatur oleh semesta telah menyalakan api di hatinya. Pertemuan dengan seorang bapak tua yang tidak mengenalnya, namun memberikan wasiat penting untuknya. Wasiat yang membuatnya berkesimpulan. Bahwa mencintai anak manusia tidak pernah sederhana. Dengan adanya wasiat tersebut, Arga siap menyelesaikan naskahnya sendiri. Sebagai bentuk apresiasi, Arga berniat untuk membacakan naskahnya nanti kepada bapak tua yang ditemuinya. Nah, di sinilah semuanya akan terungkap. Mengapa semesta perlu mempertemukannya dengan bapak tua tersebut.
All Rights Reserved
#811
art
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • yang kupeluk dalam tenang
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Literasi Rasa
  • KEIFANO UNTUK KEYLA
  • semua punya luka
  • Good Scenario (COMPLETED) ✔️
  • ARGA
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • Senandika : Titik Temu

"Aku tidak memintamu datang... tapi saat kau hadir, aku tak ingin kau pergi." Naya tak pernah hidup dengan riuh. Dari luar, ia tampak tenang-nyaris beku. Hidup mandiri sejak remaja, menjauh dari ayah yang memperjualbelikannya demi utang dan kehormatan keluarga. Ia belajar membangun benteng, bukan rumah. Diam, bukan kata. Ketegasan, bukan pelukan. Lalu Adrian datang. Pria yang menjadi suaminya lewat pernikahan yang tak pernah ia pilih. Pewaris nama besar Wijaya. Sosok yang seharusnya ia benci-namun perlahan menumbuhkan sesuatu yang asing dalam dada: rasa. Bukan karena manisnya kata, tapi karena kehadirannya yang tak menghakimi. Karena matanya yang tetap tinggal saat semua orang memilih pergi. Di tengah keluarga besar yang tajam, sindiran yang menusuk, dan masa lalu yang tak pernah benar-benar padam, Naya menemukan tempat paling tak terduga untuk bernaung: hati seseorang yang awalnya ia tolak. "Yang Kupeluk Dalam Tenang" adalah kisah tentang kepercayaan yang dibangun perlahan, cinta yang tumbuh tanpa suara, dan perempuan yang menemukan kembali artinya memiliki... tanpa kehilangan dirinya sendiri. UPDATE SETIAP HARI 1 BAB #🔞🔞🔞 #DILARANGPLAGIAT #CERITAINIHANYAADADIWATTPAD

More details
WpActionLinkContent Guidelines