Kisah Kasih Zain & Gebby

Kisah Kasih Zain & Gebby

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 9, 2020
Selamat Pagi, Siang, Sore dan malam. Namaku Helena Bramastra. Disini aku mau bercerita tentang kisah kasih Zain dan Gebby. 3 tahun Zain berpacaran dengan Gebby. Bagi Zain, Gebby tidak hanya pacar baginya tapi juga kehidupannya. Gebby dan Zain memiliki hubungan yang penuh makna. Zain berpacaran dengan Gebby bukan main - main, Zain sungguh mencintainya dan dia memiliki segunung rasa hormat untuk Gebby sebagai perempuan dan juga teman. Aku mungkin hanya sahabat karib Gebby. Aku membuat cerita ini karena aku menyukai hubungan mereka, hubungan yang saling ada satu sama lain, hubungan yang memiliki kepercayaan penuh. Itu sungguh manajubkan bagiku dan bagi semua orang. Aku berharap semoga mereka bisa bersama lagi menjalin hubungan yg romantis. Kini mereka telah kuliah di daerah yang berbeda. Zain masih tetap sama kuliah di Surabaya tepat nya di Universitas Airlangga - Kampus B. Sedangkan Gebby kuliah di Universitas Indonesia. Aku berharap semuanya bisa sukses aamiin.
All Rights Reserved
#155
vespa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • ELEANOR
  • Kesetiaan Zayn [END]
  • Perfect Duet
  • ESHA🍓 || (END)
  • Stay With Me
  • EXSBLASS & ZAYYAN [BELUM DIREVISI]
  • Dia Adalah Kakak Kelasku
  • Perfect person

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines