HELPLESSLY: the day bleeds

HELPLESSLY: the day bleeds

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 13, 2020
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Alam mempunyai kekuatannya sendiri. Alam mempunyai keanguhannya sendiri. Alam bekerja selayaknya kaki tangan Tuhan. Tuhan murka, alam mengisyaratkannya. Tuhan senang, alam memvisualisasikannya. Tentang kekuatan. Tentang cinta. Tentang sains. Tentang persahabatan. Tentang petalangan. Helplessly; tanpa bantuan. Ketika hidup mu yang terlihat cerah ternyata menyimpan beribu rahasia yang pekat, apa yang akan kamu lakukan? Siapa yang akan menoongmu?
All Rights Reserved
#24
mutan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE HEART (The Perfect Feeling) [COMPLETE]
  • Bangkitnya Sang Penjaga Untuk Memulihkan Alam Yang Hilang [END]
  • Eternal Flame
  • Hisatsu
  • My Dear Brother | Haruto & Jeongwoo
  • Claret! || Fresha
  • EXONERATE [End]
  • Quant (On Going)
  • Naka

"Kaysen, kau sedang apa?" Dari balik layar tipis itu, Kaysen tampak mengalihkan pandangan kepada Celosia yang datang membawa tanya, memasuki ruangan dan melangkah perlahan mendekatinya. Lelaki itu tersenyum hangat lalu bertopang dagu dengan kedua tangannya yang berjalinan. "Kemari. Aku sedang mengembangkan teknologi teleportasi agar bisa membawa kita ke masa depan," jelasnya dengan tak melepaskan tatapan hingga perempuan itu tiba di sampingnya. Dengan tak sabar, Kaysen menarik pinggang perempuan itu hingga terjatuh duduk dalam pangkuannya. Celosia terkesiap, meski begitu, mau tak mau ia berpegangan pada kerah jas lelaki itu dan duduk dengan kaku. "Teleportasi masa ... depan? Untuk apa?" Celosia bertanya dengan ekspresi ingin tahu. Lelaki itu tersenyum menggoda. "Agar aku bisa membawamu ke masa depan dan meyakinkan dirimu bahwa kita nanti akan bersama sampai tua," ujarnya sembari mendaratkan kecupan ringan di pelipis Celosia yang membuat wajah perempuan itu tampak tersipu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines