Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2020
Jika kau bertanya apakah aku mencintaimu, maka tanpa ragu aku akan menganggukkan kepalaku dihadapanmu. Cintaku dimulai tepat setelah kau mengucap akad atas namaku. Mengucap janji atas nama Allah untuk menjagaku seumur hidupmu. Kini, aku akan menyerahkan segalanya dan mengabdi sebagai istri yang patuh untukmu. Bukankah itu kawajibanku? Kini kau tak lagi haram kupandang. Kini aku milikmu, dan kau milikku. Tapi apakah realita ini yang membuatmu gelisah suamiku? Hingga tak mau kau pandang wajahku berlama-lama? Tentulah kau tau aku bukan wanita sempurna di dunia yang fana ini. Tak lama sebelum bertemu denganmu, aku baru saja memulai hijrahku, kulantunkan bismillah saat pertama kali hatiku menguatkan iman yang lemah ini untuk berubah. Aku tau aku bukanlah istri yang kau idamkan? Setiap manusia punya pilihannya bukan? Tapi kini Allah telah menyatukanmu dan Aku. Menyatukan kita ke dalam sebuah ikatan pernikahan yang tak pernah kusangka-sangka. Kau terkejut? Aku pun begitu? Tapi aku yakin bahwa Jodoh Pilihan Allah, tak akan pernah salah. Untukmu, maupun untukku... (Spiritual-Romance) ((Terinspirasi dari Novel Wedding Agreement Karya Mia Chuz))
All Rights Reserved
#394
marriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halaqoh Cinta | ✅ [SUDAH TERBIT]
  • A Valuable Thing ✔
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • NAJWA (Ketika Hati Memilih) ✓
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Wa'alaikumussalam Pelengkap Iman ✔
  • Perfect Couple
  • Pengetuk Senja
  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]

| SPIRITUAL - ROMANCE | 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷 Ketika seluruh keluarga mendesakku untuk segera menikah, maka itu malah membuatku semakin menghindar. Sempat terpikir olehku, pernikahan kini bukan lagi menjadi hal prioritas. Sampai aku bertemu dengan seorang perempuan bernama Alya, niat untuk menikah kembali muncul. Aku ingin mengajaknya ta'aruf dan menikahinya sesuai syariat Islam. _Althaf Said Abrisam_ Menikah, adalah satu kata yang tidak pernah terlintas sekalipun dalam pikiranku. Hingga muncul seorang laki-laki yang baru kutemui pertama kalinya, mengajakku untuk ta'aruf dengannya. Haruskah aku menerima lamarannya, di saat hati dan pikiranku masih menolak semua itu. _Alya Khansa Ramadhani_ 20 Oktober 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines