Untuk Sang Hujan

Untuk Sang Hujan

  • WpView
    Reads 6,263
  • WpVote
    Votes 2,045
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 27, 2021
Ini tentang gadis si penggemar hujan. Jeanyessa Naraya. Kisahnya berawal ketika ia hanya main-main dengan ucapannya, namun menjadi sebuah kisah yang entah bagaimana ujungnya nanti. Ironisnya, realita hadir memisahkan yang membuatnya harus ikhlas, juga merelakan. Hadirnya orang baru yang menjengkelkan mau tak mau harus ia terima. Namun, satu yang ia tau ; Sang Hujan yang ia benci, pasti mampu menjadi bagian dari bahagianya. Well, ini adalah semburat kisah merajut keikhlasan, perasaan, dan kenyataan. *** 'Teruslah bersama ku. Walau kemarau menghadang, terus tunggu ia berlalu. Maka kita akan bersatu. Hingga ajal berseteru.' Untuk Mu, Sang Hujan Ku. -Jy
All Rights Reserved
#93
belajarnulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • ALEYA~~
  • Saksi hujan
  • 𝐘𝐨𝐮 ✓
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Hilang
  • JUNTALA ✔️
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines