Star Syndrome

Star Syndrome

  • WpView
    Leituras 22,100
  • WpVote
    Votos 315
  • WpPart
    Capítulos 16
WpMetadataReadConcluída dom, out 7, 2012
Levin, cewek 15 tahun kikuk yang menyukai berandal 16 tahun bernama Petir (tentu tanpa ia sadari), terjebak di negara asing bersama pangeran idamannya itu dengan bekal sebuah rumah atap serta ransel penuh berisi ramen. Semuanya berawal saat Gina, sahabatnya, membual soal keterlibatan mereka dalam kepanitiaan program studi banding antar negara yang dilaksanakan SMA mereka. Kebetulan-kebetulan ganjil mulai menghampiri Levin sesampainya ia di Korea (tempat program studi banding berlangsung). Namun yang paling mengejutkan, Petir secara tidak sengaja menjadi sangat terkenal di Korea, dan karenanya, ia menjadi incaran mendadak remaja putri Korea plus jajaran wartawan dari daftar panjang tabloid terkenal korea. Sayang, bukan mendapat berkah dengan keterkenalan Petir, Levin justru harus rela menampung cowok arogan itu di rumah atapnya karena Petir mengalami apa yang disebut sebagai star syndrome. Kondisi dimana si penderita tidak mampu menghadapi masa puncak ketenaran yang datang tiba-tiba. Lebih dari itu, Levin harus bisa menyembunyikan Petir, sampai cowok itu berhasil menghadapi wartawan dan fans dadakan yang terus mengejarnya.
Todos os Direitos Reservados
#29
blablabla
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • HORROR PICNIC
  • Complete (END)
  • [3] Awakened Multi Talented Goodes is Doted
  • The Haze Of Love
  • My Life ( Lookism edition )
  • Black Ravens Legacy
  • Right Behind You
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • [4] Awakened Multi Talented Goodes is Doted

Salju turun terlalu lebat malam itu di pinggiran Gangwon, membungkus sebuah vila megah dalam kesunyian yang mencekam. Di dalam bangunan bernilai miliaran Won tersebut, aroma wine mahal bercampur dengan bau besi yang amis bau darah yang masih hangat. Tuan Park menatap pantulan dirinya di dinding kaca yang retak. Di belakangnya, tawa anak - anaknya yang biasanya mengisi ruangan kini telah bungkam selamanya. Tidak ada teriakan. Hanya ada keheningan yang menyesakkan seolah dinding - dinding marmer itu sendiri yang menyerap suara mereka. Ia tahu, tanah tempat bangunan ini berdiri tidak pernah menginginkan keberadaan mereka. Vila ini cantik, namun ia memiliki "perut" yang lapar akan nyawa. Sambil menggenggam erat sebuah kunci perak di tangannya, Tuan Park membisikkan janji terakhir sebelum kegelapan benar - benar menjemputnya. "Siapa pun yang masuk... tidak akan pernah benar - benar bisa pulang." Dua puluh tahun kemudian, kunci itu kembali berputar di lubangnya. Dan pintu vila terbuka untuk menyambut tamu - tamu baru dari seberang lautan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo