Label Name 🗣

Label Name 🗣

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 24, 2020
Namanya Lintang, Lintang Utama. Bukan nama laki laki manis dengan senyum manis.Bukan. Sama sekali bukan. Lintang perempuan asli tanpa diberi pemanis buatan yang kalo ngomong suka ga di filter. Ini cerita Lintang tentang segala yang ada di hidupnya yang membosankan. Lintang punya banyak sahabat, hidupnya kelihatan mengasyikan. Tapi yang lintang tau. Nanti atau kapan pun mereka akan meninggalkan Lintang. Sedang Lintang tidak pernah mau ditinggalkan. Jadi Lintang mau memilih yang mana? Meninggalkan? Atau bertahan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kata & Spasi
  • The Adventure of TRUE love
  • Serpihan Hati
  • Venus dan Caraku Memperlakukanmu
  • my little boo
  • Peluk Aku, Shani!! [End]
  • ꏂ꒒ꍌ꒐꓄{𝓰𝓮𝓵𝓲}[HIATUS]
  • Para Pemilik Nama
  • KATHRIN
  • telo non opus est,telum sum |duty after school x reader

Prada Yudha Anggana, laki-laki biasa yang kuliah di jurusan arsitektur tahun keempat, mengalami patah hati berkepanjangan yang membuatnya terlalu berhati-hati untuk menjalin sebuah hubungan baru. Lintang Pertiwi, perempuan introvert yang kuliah di jurusan hukum tahun ketiga, sinis, ambisius, berani, dan memiliki riwayat philophobia. Di antara jutaan alur cerita yang ada, semesta lebih memilih menuliskan Yudha dan Lintang sebagai dua potong hati yang beriringan untuk sementara waktu di dalam sebuah cerita yang tak sempat diceritakan. Sebuah cerita yang menjadikan Yudha dan Lintang pemeran utama di dalam cerita masing-masing. Walaupun, Yudha dan Lintang sebagai pemeran utama yang akhirnya saling meninggalkan cerita di halaman yang terakhir lantaran rasa takut yang akhirnya ternyata menculik Yudha dari bait-bait cerita Lintang. Kadang, selamat tinggal adalah yang paling baik dari pada tetap tinggal. Melepas sesuatu yang menyenangkan memang terasa berantakan, tetapi itu lebih baik daripada harus hidup pada garis yang tidak beraturan. Terkadang untuk mendapat yang terbaik, kita harus melepaskan ia yang terlihat baik. Sebab, bagaimana mungkin yang benar akan menemukan kita kalau yang salah saja tak mampu kita lepaskan? _____________________________________ @Kryphton

More details
WpActionLinkContent Guidelines