I AM AN EVIL SPIRIT

I AM AN EVIL SPIRIT

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2020
Di sebuah desa terpencil yang jauh dari Kota ada seorang dukun yang melakukan sebuah ritual untuk mengutuk seseorang, banyak orang yang mengunjungi nya untuk meminta dukun tersebut mengutuk orang yang mereka benci yang biasa di kenal dengan Pelaku prosedur. Dukun itu mempunyai seorang anak laki - laki, Konon katanya anaknya dimasuki Roh jahat yang bisa mengutuk seseorang. Dukun tersebut mencoba mengusir roh jahat yang berada di dalam tubuh anaknya, tetapai berbagai cara dia lakukan tidak membuahkan hasil. Bagaimana kisahnya? Selamat membaca:)
All Rights Reserved
#129
dukun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perawan Tak Boleh Pulang [Tamat]
  • [Kutukan] Arwah Penghuni Rumah Angker (EXTENDED)
  • Rains In Heaven (Huang Renjun)
  • Boneka Tua Pembawa Kutukan
  • Kinjirareta Gakkō [On Going]
  • Bayangan di Balik Kabut
  • The MAN in Jail
  • THE MYSTERY ( Revisi )
  • RUMAH DUKUN
  • Desa Terkutuk|| SUDAH TERBIT

Marhara mendadak gila pada suatu sore, membuat gempar warga kota, kemudian hilang dibawa pergi laki-laki. Sang ayah kemudian meminta tolong kepada tiga sahabat Marhara untuk membantu mencarinya, yaitu : Yunika, gadis yang tak punya pekerjaan dan keahlian lain kecuali melarikan diri dari rentenir dan mengajak kawin kekasihnya. Alea, si mucikari yang kerap berurusan dengan pria-pria kaya hidung belang. Lalu Dinda, si gadis virilis yang masa remajanya banyak dihabiskan dengan urusan orang mati. Ketiga gadis itu kemudian melakukan ekspedisi pencarian ke sebuah pulau bernama Habubuhan bersama Boy, teman mereka yang bisa diandalkan. Begitu banyak hal ganjil yang mereka temui di pulau itu. Dimulai dari banyaknya perempuan gila berkeliaran, laki-laki yang menyantroni mereka, larangan keluar malam hari, hingga ritual sesat yang tak punya ujung pangkal. Hingga mereka dihadapkan pada dua pilihan: mati, atau beranak-pinak di Habubuhan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines