Detective Eyes

Detective Eyes

  • WpView
    Reads 384
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 21, 2021
Semua kisah yang diceritakan merupakan fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama tempat dan kejadian hal itu disebabkan oleh kebetulan semata Ketika mata tidak memuat kisah yang sebenarnya, maka ciptakan persepsi dan kemungkinan untuk memecahkannya Kisah James Argus atau sering dipanggil Jack ini dimulai saat kota lain tengah tertidur, dan lampu neon di kota Bristol menyala. Jika kalian menginginkan emas dan perak maka lihatlah apa yang tidak mampu dilihat oleh mata kalian.
All Rights Reserved
#317
murdercase
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan Ingatan - Negeri Hujan Ingatan
  • From Persia to Nebulandia
  • The Shadowvale
  • [END] TRAPPED BY YOU
  • Kalap II Enhypen [✔]
  • Panggil Saja Mister
  • VESTIGE (SUNGJAKE)
  • ENHYPEN BITE (Holy-blooded Human)
  • Di Antara Kita
  • Misteri Malam Kuno

Di Kota Senja, tempat langit selalu temaram dan hujan tak pernah reda, Elian menjalani hidupnya dalam kesendirian yang ganjil. Ia merasa berbeda, dihantui kenangan-kenangan yang terasa asing, seolah bukan miliknya. Saat kota mulai "berbicara" padanya lewat anomali waktu, pantulan cermin yang hidup sendiri, dan pesan-pesan misterius yang muncul entah dari mana, Elian terseret ke dalam pusaran teka-teki yang mengancam kewarasannya. Sebuah poster dengan simbol spiral aneh, halaman koran tentang anak hilang yang membangkitkan rasa bersalah tak terjelaskan, dan rekaman suara ibunya yang penuh rahasia menjadi serpihan-serpihan puzzle yang harus ia susun. Setiap petunjuk membawanya lebih dekat pada kebenaran mengerikan tentang dirinya, ibunya, dan eksperimen misterius bernama ELR yang melibatkan hujan sebagai media. Ketika dunia di sekitarnya membeku dan suara-suara gaib memperingatkannya tentang waktu yang bukan miliknya serta ingatan yang tak bisa dipercaya, Elian sadar ia bukan sekadar remaja biasa. Di tengah realitas yang semakin pecah, apartemennya berubah menjadi mesin ingatan, dan bahkan buku hariannya menuliskan pesan-pesan dari tangan tak dikenal. Puncaknya, sebuah peringatan "JANGAN BUKA PINTU" muncul di jendela kamarnya, diikuti tiga ketukan misterius. Terjebak antara rasa takut dan keinginan untuk tahu, Elian harus memilih: mengabaikan semua kegilaan ini, atau membuka pintu menuju takdir yang mungkin akan menghancurkan semua yang ia yakini tentang hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines