Dulu, kami tidak punya apa-apa selain bermimpi.
Segala cara dan sekeras mungkin kami berjuang
kami selalu dibenci dan direndahkan,
tapi kami tetap bertahan.
Begitu banyak rasa sakit dan banyak menangis,
pisau pun terasa tumpul.
Berbagai kejadian dan tantangan kami lewati,
tapi kami tidak akan terpisahkan.
Dan sekarang sudah berbeda,
sekarang kami punya kamu.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Kim Ryuna merasa kecewa karena apa yang di harapkannya tak sebanding dengan kenyataan sehingga membuat ia menyerah. Orang yang selama ini Ia rindukan dan orang yang telah menghancurkan hidupnya ternyata adalah orang yang sama.