Forgive Me

Forgive Me

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 4, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Minyeon yang merasa bersalah telah mengada-ada tentang Jung Jongmin tak tau harus bagaimana cara nya agar Jung Jongmin memaafkan nya dan mau berteman lagi dengan nya.Namun Minyeon menyadari itu kesalahan nya tapi itu karena sebuah kesalahpahaman yang membuat dia sulit menjelaskan pada Jung Jongmin apa yang terjadi.Hingga saat ini Jung Jongmin tidak mau memaafkan Minyeon bahkan menyapa saja tidak mau karena sudah benci padanya. Ibu Minyeon dan Ibu Jung Jongmin sangat akrab bisa di bilang mereka seperti saudara.Awalnya Minyeon dan Jung Jongmin juga akrab seperti ibu mereka. Banyak tantangan yang harus di hadapi dan di lewati Minyeon agar Jung Jongmin memaafkannya.Segala usaha di lakukan nya dengan akal sehat menjelaskan hal itu bahkan dia pernah menangis meluapkan kesalahpahaman itu,namun tetap saja tidak di acuhkan. Dengan usahakan begitulah seiring berjalan nya waktu,singkat cerita Jung Jongmin mau memaafkan Minyeon dan mau berteman dengan bantuan adik Jung Jayeon dan temannya Kim Min Dae.
All Rights Reserved
#65
forgive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avyan (End) ✓
  • Let Me Save You [Vkook]  (END)
  • Batas Akhir [END]✓
  • Still with Pain (Terbit)✓
  • Jebal Mianhae || Jennie Kim
  • Priceless #END
  • Aku Disini Kak! [End]
  • eoma appa sarange(kyuyoung fanfiction)
  • Before 180 Days ✓

(Baca selengkapnya hanya di KaryaKarsa) Avyan tumbuh dengan beban masa lalu yang tak pernah bisa ia hapus. Kehadirannya di dunia dianggap sebagai kesalahan, membuatnya terasing bahkan di tengah keluarganya sendiri. Sejak kecil, ia hidup bersama sang nenek, hingga suatu hari ayahnya datang dan memutuskan membawanya pulang untuk tinggal bersama kakak-kakak tirinya. Awalnya, Avyan berharap menemukan kehangatan yang selama ini hilang, tetapi kenyataan berkata lain. Di depan ayah mereka, kakak-kakaknya tampak peduli, tetapi saat ayah pergi, sikap mereka berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tatapan tajam dan kata-kata menyakitkan terus menghantui langkah Avyan. Bisakah Avyan meruntuhkan tembok kebencian yang mengelilinginya? Akankah ia menemukan tempat yang disebut rumah, atau selamanya terkurung dalam bayang-bayang kesalahan yang bukan miliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines