Story cover for The Shipper by Figiia
The Shipper
  • WpView
    LECTURAS 157
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 157
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado abr 04, 2020
Pada akhir 2019, sebuah virus misterius muncul di sebuah kota yang pada akhirnya menginfeksi seluruh negara di tahun 2020. Perekonomian anjlok, panic buying terjadi di mana-mana, beberapa negara dihadapkan pada kerusuhan akibat lock down, dan satu hal yang pasti banyak orang meregang nyawa akibat virus ini. Setelah berbulan-bulan diombang-ambing kecemasan, seluruh manusia di bumi berhasil menghadapinya.

Kini di tahun 2025, wabah dari virus yang lebih misterius kembali menghantui dunia. Namun karena merasa pernah menghadapi hal serupa, kebanyakan orang tak menghiraukan himbauan pemerintan dan badan WHO untuk mewaspadai virus baru ini. Orang-orang tidak menyadari bahwa virus yang baru ini tiga kali lebih ganas dari Covid-19. Oleh karenanya, virus ini disebut sebagai Corona Devil-25 (CoDev-25).

Hal ini berimbas pada perusahaan shipping milik Binara. Dalam keadaan genting dan waktu yang terbatas, mereka harus mengirimkan pasokan pangan untuk sebuah panti asuhan yang terletak di kawasan red zone. Sanggupkah mereka menjalankan misi tersebut?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir The Shipper a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#46wabah
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Unexpected Meeting: Farewell (Book 1) de BYANHA
35 partes Concluida
[Completed] # Series pertama dari cerita Unexpected Meeting. Bumi hancur... Aku pernah beberapa kali melihatnya di film, namun kini aku mengalaminya sendiri. Rasanya lebih menakutkan dari apa yang kubayangkan. Tak kukira kejadian di film-film bisa terjadi di dunia nyata. Tahun 2047 Virus baru menyerang. Ini tak sama dengan virus zombie yang memakan orang-orang dengan gelap mata. Bukan manusia yang saling memakan untuk menuntaskan lapar mereka. Namun sebuah virus tak kasat mata yang disebarkan lewat air liur. Menjijikankan? Sangat... Tahun 2045 Seorang peneliti di sekitaran gunung Afrika, di benua Afrika mencoba menciptakan suatu vaksin sebagai pertolongan pertama untuk membinasakan racun dari ular Boomslang. Namun karena suatu kesalahan, bumilah yang dia binasakan. Beserta isi-isinya. Pada dasarnya Boomslang adalah jenis ular yang berasal dari wilayah selatan gunung sahara. Racunnya sangat mematikan. Dapat membekukan darah manusia dalam waktu beberapa detik saja. Para peneliti membuat sebuah eksperimen untuk membantu beberapa warga dan tentara Afrika yang pada saat itu tingkat kematian yang disebabkan gigitan ular meningkat dari tahun ketahun. Singkatnya... virus ini berasal dari kesalahan seorang ilmuan untuk menghentikan kematian racun gigitan Boomslang. Virus yang merebak dari benua kebenua lainnya. Ditengah kekacauan ini kami--- Aku, para penyintas yang selamat maupun yang kritis, beberapa tentara, dan tenaga medis yang tersisa mencoba bertahan hidup dari krisis buruk ini. Akankah kami bisa mencapai kebebasan dan kemerdekaan kembali dari jajahan virus ular Boomslang? Dan di tengah kekacauan yang terjadi aku dihadapkan pada suatu kenyataan yang mampu membuatku bagai berada di dalam mimpi. Kenyataan yang kutak tahu apa itu suatu kebenaran atau hanya ilusi yang tercipta oleh otak lelahku. Senin (21-03-2022)
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
BIOPOCALYPSE : Extinction cover
Unexpected Meeting: Farewell (Book 1) cover
World Of Chaos  cover
Run! cover
NECROPOLIS cover
Zed-Virus cover
Zombie Apocalypse  cover
THE DEATH TARGET cover
neWorld cover
TRAPPED ZOMBIE'S (COMPLETED) cover

BIOPOCALYPSE : Extinction

29 partes Concluida Contenido adulto

Selamat datang di abad post-pandemic. Inilah dunia 20 Tahun kemudian setelah wabah. Selama dekade terakhir, bumi menjadi rumah yang tak nyaman oleh keserakahan dan kesombongan umat manusia. Laut dipenuhi sampah dan minyak, hutan menjadi kering, dan makhluk hidup terus punah. Wabah penyakit mematikan pun terjadi setiap 100 tahun sekali. Sejarah umat manusia akan segera berakhir. Bukan karena perang nuklir ataupun bencana alam, melainkan kesalahan di balik tragedi virus Corona yang menimpa bumi Pertiwi. Sebuah mimpi buruk yang bahkan mampu mengubah sebagian besar populasi dunia menjadi kanibal yang kejam. Bukti menunjukkan bahwa virus P, proyek sains BRC, memiliki hubungan langsung dengan makhluk bermutasi. Bisa dikatakan, umat manusia sendiri adalah malapetaka yang membinasakan semua makhluk hidup dimuka bumi. Melanjutkan cerita sebelumnya, kini manusia menghadapi ambang dari kepunahan mereka di tangan hasil ciptaannya sendiri, wabah ZOVID 21. Yang terinfeksi telah berevolusi, tatanan masyarakat telah jatuh. Alam telah mengambil alih di mana-mana. Kehancuran lingkungan dan eksperimen biologis yang salah telah menciptakan skenario kiamat zombie, mendorong para penyintas yang tidak terinfeksi ke tepi jurang. Pada akhirnya, haruskah mereka tetap bersikap baik dan jujur, atau mengikuti naluri untuk bertahan hidup?