Story cover for Ilness by silavialoca
Ilness
  • WpView
    LETTURE 58
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 3
  • WpView
    LETTURE 58
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 3
In corso, pubblicata il apr 04, 2020
"Semoga di hujan berikutnya tidak ada lagi tangis semenyedihkan ini," katanya lirih.

Aku hanya terdiam, masih terpaku dengan tetesan hujan yang makin deras mengenai atap tempat kami berteduh.

Ia menoleh, lalu tersenyum dengan wajah sembabnya, "selamat tinggal, semoga kita bertemu dengan keadaan yang lebih baik."

Sedetik kemudian ia lari menerobos hujan.

Aku masih terdiam melihatnya makin menjauh, aku tersenyum sambil bergumam, "semoga kita dipertemukan kembali dengan keadaan aku tidak lagi berpura-pura membencimu."

Kuusap pipi yang terasa basah, kupikir hujan makin deras hingga mengenai pipiku, ternyata tangisku yang makin deras menatap kepergiannya.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Ilness alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 8
I Hate Rain cover
POLARIS [LENGKAP] cover
CAHYA UNTUK MENTARI cover
Little Girl : Love Story Begins [END] cover
Complete (END)  cover
MUTE BOY [MARKHYUCK]✔ cover
ᶠᵃᵏᵉ 𝐑𝐞𝐥𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧𝐬𝐡𝐢𝐩 [END] cover
B.A.B.U [END] cover

I Hate Rain

45 parti Completa

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky