Ilness
  • WpView
    LECTURAS 62
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, abr 6, 2020
WpInfo
Fanfic
"Semoga di hujan berikutnya tidak ada lagi tangis semenyedihkan ini," katanya lirih. Aku hanya terdiam, masih terpaku dengan tetesan hujan yang makin deras mengenai atap tempat kami berteduh. Ia menoleh, lalu tersenyum dengan wajah sembabnya, "selamat tinggal, semoga kita bertemu dengan keadaan yang lebih baik." Sedetik kemudian ia lari menerobos hujan. Aku masih terdiam melihatnya makin menjauh, aku tersenyum sambil bergumam, "semoga kita dipertemukan kembali dengan keadaan aku tidak lagi berpura-pura membencimu." Kuusap pipi yang terasa basah, kupikir hujan makin deras hingga mengenai pipiku, ternyata tangisku yang makin deras menatap kepergiannya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • I'm Not the Protagonist (Completed)
  • DIA (Completed)
  • POLARIS [LENGKAP]
  • Complete (END)
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • Hidden Love
  • GREENSTA [END]
  • Flawless [END]

Dahyun sangat bersemangat membaca novel yang dia temukan di rumah kosong. Bukan hanya ceritanya yang seru, tapi karena nama dua karakter dalam novel tersebut. Im Jeongyeon dan Lee Dahyun. Namun dia tiba-tiba kehilangan minat setelah mengetahui bahwa dua karakter itu mati dengan mengenaskan di tangan protagonis. Dahyun menutup novel itu dan melihat ke arah Jeongyeon yang sedang sibuk dengan laptopnya. Dia tiba-tiba menjadi tertarik dan bertanya, "Hei, Jeong. Jika itu kau, bagaimana kau akan mengubah nasib tragismu?" Jeongyeon melirik Dahyun dan berkata, "Tidak pernah berhubungan dengan wanita itu." Dahyun tertawa terbahak-bahak, merasa bahwa ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan Jeongyeon. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Jika itu aku, aku akan langsung menemuinya untuk meminta maaf dan bersujud di kakinya. Jika cara ini masih tidak berhasil, aku hanya bisa makan dan menunggu untuk mati." Jeongyeon tertawa dan kepalanya yang tegang mulai mengendur, "Kau benar-benar konyol. Mana mungkin kita bisa masuk ke dalam novel dan berpakaian seperti umpan meriam. Itu hanya omong kosong." Itulah hal terakhir yang di dengar Dahyun dari mulut Jeongyeon sebelum dia pergi ke kamar untuk beristirahat. Namun siapa sangka, begitu dia membuka matanya, Jeongyeon menemukan dirinya berada di tempat asing. Bahkan dia terbangun dengan posisi sedang membungkuk di atas seorang wanita, meraih sepasang pergelangan tangan ramping dengan tangan kanannya dan menarik tali jubah mandi dengan tangan kirinya. "Im Jeongyeon!! Tiba-tiba suara dingin terdengar di telinganya. Jeongyeon mengangkat kepalanya dan menemukan mata rubah yang dingin dan tajam. Wanita itu menatap dengan marah. "......" "Ayo kita bercerai!" Sial! Apa dia benar-benar masuk ke dalam novel?!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido