Mute ✅

Mute ✅

  • WpView
    Reads 55,063
  • WpVote
    Votes 6,068
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Fri, May 15, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Menderita kelumpuhan pita suara merupakan sebuah titik balik kehidupan seorang Auriga Eknath Sagara. Dengan berat hati, ia berhenti menjadi seorang penyanyi muda, merelakan jurusan musik yang telah lama di damba, terusir dari keluarga karena kecacatannya, lalu menjadi begitu depresi dan tertekan akan ekspektasi. Auriga selalu berusaha untuk menerima keadaan dirinya yang baru. Tetapi, segala pemicu depresi itu tidak pernah hilang. Hingga, seorang gadis aneh yang menyebalkan datang. Keberadaannya sempat ditentang oleh Naviel--sang sohib. Namun, gadis itu merupakan kunci Naviel untuk membantu Auriga menemukan kembali kepercayaan dirinya. -- CERITA INI DIIKUTSERTAKAN DALAM ONE DAY ONE CHAPTER CHALLENGE 2020
All Rights Reserved
#169
problem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Favorite Gama (Tamat)
  • 180 DAYS ✔
  • Grow Up [COMPLETED]
  • SIMETRI
  • Menjadi Skala ✓
  • Naura & Lukanya
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • VANELA [On Going]

Update setiap hari!!! Young Adult Story!!! FOLLOW DULU SEBELUM BACA JANGAN JADI PLAGIAT, DOSA. Warning 17+ (Yang belum cukup umur mundur woi. Adult bukan melulu karena ada adegan skidipapap-nya. Di dalam cerita ini banyak sekali orang bertengkar, marah-marah, kata-kata kasar. Jadi untuk yang emosinya kurang stabil menjauh.) *** Who tastes better Will give another level of heaven Kalau Jalesveva Alfa sang unfortunate yang sudah pasti ahli dalam kesialan, Gama Bhayangkara adalah yang paling nyaris tidak pernah sial. Mereka yang bertentangan, harusnya tidak perlu bersatu untuk membuat dunia bingung apa yang sedang terjadi, bukan? Namun, berpikir apa sih, Gama? Kok bisa tiba-tiba ngajakin Jales jadian? Bahkan sampai tinggal bareng pula. Jales cantik sih, tetapi "sial"nya itu lho yang bisa saja menular. Tunggu dulu, jangan-jangan Gama adalah kesialan Jales selanjutnya? Atau, Jales adalah keberuntungan Gama yang lain? *** Gama mendorong pundak Jales hingga gadis itu tersentak mundur, berkali-kali hingga Jales terpojokkan. Sebuah senyum miring Gama berikan tajam-tajam. "Lo ngerusak kesenangan gue dan lo harus gantiin mereka nyenengin gue." "Gama ... maaf." Suara Jales benar-benar ketakutan. "Bayar gue, semuanya." "Tapi, Jales kan nggak--" "Kalo nggak mampu, nggak usah sok mau pergi." Sudah, cukup. Kalau diteruskan, Jales akan mendengar banyak kalimat yang lebih menyakitkan dari ini. "Sekarang, tidur." **Cerita ini untuk memperingati ultah grup nulis KSGK. Jadi, update setiap hari bisa lebih dari satu chapter untuk 30 hari ke depan. Yang artinya akan selesai pada 30 Oktober 2020 sejak di publish pertama kali tanggal 30 September 2020.

More details
WpActionLinkContent Guidelines