Mute ✅

Mute ✅

  • WpView
    Reads 55,029
  • WpVote
    Votes 6,066
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Fri, May 15, 2020
Menderita kelumpuhan pita suara merupakan sebuah titik balik kehidupan seorang Auriga Eknath Sagara. Dengan berat hati, ia berhenti menjadi seorang penyanyi muda, merelakan jurusan musik yang telah lama di damba, terusir dari keluarga karena kecacatannya, lalu menjadi begitu depresi dan tertekan akan ekspektasi. Auriga selalu berusaha untuk menerima keadaan dirinya yang baru. Tetapi, segala pemicu depresi itu tidak pernah hilang. Hingga, seorang gadis aneh yang menyebalkan datang. Keberadaannya sempat ditentang oleh Naviel--sang sohib. Namun, gadis itu merupakan kunci Naviel untuk membantu Auriga menemukan kembali kepercayaan dirinya. -- CERITA INI DIIKUTSERTAKAN DALAM ONE DAY ONE CHAPTER CHALLENGE 2020
All Rights Reserved
#398
singer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • EQUANIMITY [End]
  • Naura & Lukanya
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • TRAUMA
  • DAVINA [Udah Terbit]
  • VANELA [On Going]
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • My Favorite Gama (Tamat)
  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines